Pasca-Anomali Satelit Telkom 1 Masih Terus Dimonitor, Apa yang Terjadi?

Afriani Susanti , Jurnalis · Senin 04 September 2017 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 04 207 1768939 pasca-anomali-satelit-telkom-1-masih-terus-dimonitor-apa-yang-terjadi-lTQmDI9B6v.jpg Foto: Dok. Reuters

JAKARTA – Satelit Telkom 1 mengalami gangguan sejak beberapa hari yang lalu. Akibat gangguan tersebut, para pengguna ATM di beberapa bank pun menjadi terganggu. Pascaterjadinya anomaly yang dialami Satelt Telkom 1 tersebut, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) melakukan monitoring pada satelit 1 yang dibantu dengan Lockheed Martin.

 

Baca juga: Akhirnya! Pemindahan Layanan Satelit Telkom 1 Rampung 100%

Dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, VP Corporate Communication Telkom, Arif Prabowo, mengatakan bahwa Lochheed Martin memberikan dukungan penuh pada Telkom.

“Lockheed Martin sebagai manufaktur dari satelit Telkom 1 memberikan dukungan penuh bagi Telkom dalam upaya menganalisa apa yang terjadi ke Telkom 1 pasca anomali Jumat 25 Agustus hingga sekarang,” ujarnya.

Baca juga: Satelit Telkom 1 Dikabarkan Hancur, Telkom: Kami Masih Dapat Menerima Perintah & Kirim Sinyal

Sejauh ini, Satelit Telkom 1 masih bisa menerima perintah dari stasiun pengendali yang dimiliki oleh Telkom yang ada di Cibinong dan bahkan memberikan sinyal telemetri.

“Dukungan penuh dari Lockheed Martin menunjukkan manufaktur ini memiliki hubungan kerjasama yang baik dengan Telkom,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Satelit Seluruh Indonesia (ASSI), Dani Indra Widjanarko, mengatakan dalam beberapa bulan ke belakang terdapat banyak anomaly yang terjadi pada satelit di luar angkasa. Bahkan beberapa di antaranya juga melibatkan buatan Lockheed Martin.

Baca juga: Satelit Telkom 1 ‘Pensiun Dini’, Telkom Siapkan Satelit Baru Meluncur Agustus 2018

Menurut Dani, ada beberapa penyebab dari terjadinya anomaly pada satelit. “Penyebab anomali bisa bermacam-macam, biasanya bahan bakar habis, baterai rusak, solar array (kumpulan panel, modul, dan sel solar) yang tidak bisa berputar, sistem thruster tidak bekerja, sistem guidance tidak bekerja dan lain sebagainya,” tambahnya. (afr)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini