Waduh! Facebook Temukan 3.000 Iklan yang Terhubung dengan 470 Akun Palsu

Lely Maulida, Jurnalis · Kamis 07 September 2017, 10:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 07 207 1770990 waduh-facebook-temukan-3-000-iklan-yang-terhubung-dengan-470-akun-palsu-ajgRyFPtSy.jpg (Foto: The Verge)

MENLO PARK – Akun-akun palsu yang bertebaran di media sosial (medsos) banyak dimanfaatkan pihak tertentu untuk melancarkan misinya. Bahkan, Facebok  menemukan akun-akun palsu terkoordinasi.

Facebook telah menemukan sekira USD100.000 dalam belanja iklan yang terhubung dengan akun palsu. Hal itu kemungkinan dioperasikan dari Rusia dengan tujuan untuk menimbulkan kontroversi jelang pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) tahun lalu.

Dijelaskan Facebook, meski sebagian besar iklan dijalankan antara Juni 2015 hingga Mei 2017 tidak secara langsung merujuk pada pemilihan, mereka memperkuat pesan sosial dan politik yang memecah belah ideologi. Mereka terhubung dengan sekira 470 akun palsu dan halaman di jejaring sosial.

Facebook juga membagikan temuannya dengan pihak penyelidik di AS, seperti dilansir Bloomberg, Kamis (7/9/2017).

“Analisis kami menunjukkan bahwa akun dan laman ini berafiliasi satu sama lain dan kemungkinan dioperasikan di luar Rusia,” kata Chief Security Officer Facebook, Alex Stamos dalam sebuah pernyataan.

Iklan sejajar dengan strategi yang lebh luas untuk memberi informasi yang keliru kepada publik melalui serangan kategori baru yang disebut Facebook “operasi informasi”.

Temuan tersebut menambah bukti bahwa dana Rusia digunakan untuk mempengaruhi politik Amerika, namun tidak sejauh menghubungkan langsung ke aktor pemerintah. Meski jumlah pengeluarannya terbilang kecil, strategi itu bisa menempuh perjalanan jauh ke jaringan sosial.

Dana USD100.000 tersebut mendukung sekira 3.000 iklan dengan potensi mencapai jutaan orang, meski Facebook tak mengatakan berapa banyak orang yang melihat iklan tersebut. Menurut Facebook, sekira seperempat dari iklan ditargetkan secara geografis, menyentuh topik yang bisa memecah belah publik seperti ras, imigrasi, hak dan gay.

Facebook telah menghapus akun dan halaman itu begitu mereka menemukannya. Perusahaan juga telah menjalankan teknologi untuk mencegah kampanye terkoordinasi semacam itu di masa mendatang.

Selain itu, Facebook mencari iklan lain yang kemungkinan berasal Rusia termasuk dari komputer AS yang diatur menggunakan bahasa Rusia. Dalam tinjauan tersebut, perusahaan menemukan USD50.000 yang dihabiskan untuk 2.200 iklan yang berpotensi menimbulkan masalah politik. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini