Yuk Ketahui! Apa Saja Satelit yang Banyak Dimanfaatkan Manusia

Lely Maulida, Jurnalis · Kamis 07 September 2017 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 07 56 1771125 yuk-ketahui-apa-saja-satelit-yang-banyak-dimanfaatkan-manusia-QDDAabljP5.jpg (Foto: NASA)

JAKARTA – Belum lama ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan rusaknya satelit milik salah satu perusahaan telekomunikasi Tanah Air. Rusaknya satelit tersebut mengakibatkan ribuan ATM yang tersebar di berbagai daerah tak bisa beroperasi.

Terlepas dari masalah tersebut, tahukah Anda apa itu satelit?

Satelit adalah benda yang bergerak di sekitar objek yang lebih besar. Bumi merupakan satelit karena bergerak mengelilingi matahari. Begitu juga Bulan karena bergerak di sekitar Bumi. Bumi dan Bulan disebut sebagai satelit alami.

Namun biasanya ketika seseorang mengatakan ‘satelit’, persepsi mereka tertuju pada satelit buatan manusia. Satelit buatan manusia sendiri merupakan mesin yang dirancang oleh manusia yang diluncurkan ke angkasa dan mengorbit Bumi atau bagian lain di luar angkasa.

Satelit buatan manusia jumlahnya mencapai ribuan. Beberapa dari satelit itu mengambil gambar dari planet Bumi, sementara beberapa lainnya mengambil gambar planet lain, matahari dan benda lainnya.

Gambar-gambar tersebut membantu para ilmuwan untuk mempelajari Bumi, tata surya dan alam semesta. Ada juga satelit lain yang mengirim sinyal TV dan panggilan telefon ke seluruh dunia.

Satelit hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran. Namun sebagian besar memiliki setidaknya dua bagian yang sama yakni antena dan sumber listrik. Antena digunakan untuk mengirim dan menerima informasi. Sementara sumber listrik bisa berupa baterai atau panel surya yang membuat energi dengan mengubah sinar matahari menjadi listrik.

Satelit terbang melintang di langit sehingga mereka bisa melihat area Bumi yang luas sekaligus. Benda ini juga memiliki pandangan yang jelas tentang luar angkasa karena mereka terbang di atas awan dan udara di Bumi.

Sebelum hadirnya satelit, sinyal TV tak dapat menjangkau begitu jauh, namun hanya berjalan dalam garis yang lurus. Jadi mereka akan bekerja ke luar angkasa ketimbang mengikuti kurva Bumi. Terkadang bahkan mereka terhalang oleh gunung atau bangunan tinggi di Bumi.

Panggilan telefon ke tempat yang jauh juga tak luput dari masalah. Biaya yang mahal dan pemasangan kabel telefon jarak jauh atau di bawah air menjadi kendalanya.

Dengan satelit, sinyal TV dan panggilan telefon dapat dikirim dengan lebih baik. Satelit juga dapat mengirim sinyal kembali ke tempat yang berbeda di Bumi.

Satelit pertama di luar angkasa adalah Sputnik 1 yang diluncurkan pada 1957 oleh Uni Soviet, yang sekaligus menjadi negara yang meluncurkan benda buatan manusia itu. Hingga saat ini, banyak satelit yang telah diluncurkan termasuk oleh badan antariksa Amerika Serikat (AS) – NASA.

Mengutip NASA, satelit yang mereka luncurkan dimanfaatkan untuk membantu ilmuwan mempelajari berbagai macam hal seperti memprediksi cuaca dan iklim, mengendalikan penyebaran penyakit serta menanggapi keadaan darurat.

Selain itu, satelit menginformasikan indikasi dari bahaya yang berasal dari matahari. Beberapa satelit juga digunakan untuk menjelajahi bintang, planet, asteroid dan komet. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini