Ternyata! Satelit yang Tersebar di Luar Angkasa Pernah Bertabrakan

Lely Maulida, Jurnalis · Kamis 07 September 2017 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 07 56 1771183 ternyata-satelit-yang-tersebar-di-luar-angkasa-pernah-bertabrakan-HrTUchmtl4.jpg (Foto: ESA)

JAKARTA – Beragam satelit buatan manusia bertebaran di luar angkasa. Benda ini ditujukan untuk menunjang layanan yang akan memudahkan kehidupan manusia mulai dari komunikasi hingga transaksi keuangan.

Pernahkah terbayang apakah satelit-satelit itu akan bertabrakan satu sama lain hingga menjadi hancur?

Dilansir BBC, NASA mengatakan bahwa ada sekira 1.100 satelit aktif baik milik pemerintah maupun swasta yang beroperasi. Ada pula tambahan sekira 2.600 satelit yang sudah tak lagi berfungsi.

Satelit tertua yang masih berada di orbit dan tak lagi berfungsi yakni satelit yang diluncurkan pada 1958.

Satelit juga dirancang dalam berbagai ukuran. Beberapa satelit komunikasi misalnya bisa berukuran sebesar minibus dan beratnya mencapai enam ton. Akan tetapi satelit lainnya yang digunakan untuk jangka pendek berukuran 4 inci kubus dengan bobot sekira satu kilogram.

Dijelaskan NASA, sebenarnya satelit memiliki kemungkinan untuk saling bertabrakan. Namun NASA dan organisasi Amerika Serikat (AS), serta organisasi lainnya melacak keberadaan satelit di luar angkasa.

Berdasarkan pengamatannya, tabrakan terbilang jarang terjadi karena ketika diluncurkan, satelit itu ditempatkan pada orbit yang dirancang untuk menghindari satelit lainnya. Namun orbit juga bisa berubah seiring berjalannya waktu, dan kemungkinan terjadi peningkatan tabrakan karena semakin banyak satelit diluncurkan ke luar angkasa.

Tabrakan satelit pertama kali terjadi pada Februari 2009. Dua satelit komunikasi milik Amerika Serikat (Iridium) dan Rusia (Cosmos) secara tidak sengaja bertabrakan di luar angkasa.

Satelit Cosmos menabrak Iridium pada ketinggian 790 kilometer. Satelit Iridium memiliki bobot 3.334 kilogram yang diluncurkan pada 1997. Sementara itu satelit milik Rusia berbobot 900 kilogram, diluncurkan pada 1993.

Cosmos sendiri dianggap tidak layak secara operasional. Ia tidak memiliki sistem manuver, kata NASA.

Dijelaskan perusahaan dalam situsnya, pesawat ruang angkasa Iridium mengelilingi Bumi sepanjang orbit polar dekat setiap 100 menit dan terbang dengan kecepatan sekira 16.832 mph (27.088 kpj).

Nicholas Johnson, kepala ilmuwan Orbital Debris Program Office NASA di Johnson Space Center di Houston mengatakan pesawat luar angkasa yang sudah ketinggalan zaman, roket dan komponen lainnya hancur berantakan di setiap tahun. Namun hanya ada tiga tabrakan yang relatif kecil antara benda-benda tersebut dalam 20 tahun terakhir.

“Belum pernah ada dua satelit utuh yang saling menabrak satu sama lain secara kebetulan,” ujarnya. (lnm).

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini