Fosil Ikan Aneh Diduga Nenek Moyang Hewan Berkaki 4, Nih Wujudnya!

Riani Angel Agustine, Jurnalis · Jum'at 08 September 2017 01:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 07 56 1771591 fosil-ikan-aneh-diduga-nenek-moyang-hewan-berkaki-4-nih-wujudnya-BAFoIwjZY8.jpg (Foto: Brian Choo, Nature)

JAKARTA - Setiap fosil yang ditemukan oleh arkeolog dapat dipelajari, tetapi fosil yang ditemukan satu ini dianggap aneh dan tidak sesuai perkiraan sebelumnya. Hongyu chowi, fosil ikan yang tampaknya menyiratkan lebih banyak spesies yang berkembang untuk hidup di darat daripada yang diketahui sebelumnya.

Dilansir dari Sciencealert.com, Hongyu chowi yang ditemukan di sebuah tambang di China pada 2002 membingkai kembali cerita mengenai apa yang masyarakat ketahui ketika hewan yang hidup di air muncul dan berkembang sebagai hewan darat. Sekira 360 juta tahun yang lalu pada period Devionian, 1 kelompok jenis ikan tertentu yang disebut ikan bersirip lobus ditemukan.

Ikan bersirip lobus diberi nama sedemikian rupa karena sirip yang dimiliki berdaging dan bagian tubuhnya memiliki otot dan tulang. Mereka berkembang menjadi tetrapoda atau hewan berkaki 4, dan setiap binatang berkaki 4 yang ada saat ini diyakini merupakan keturunan dari ikan bersirip lobus.

H. chowi adalah ikan bersirip lobus sepanjang 1,5 meter yang hidup sekitar 370 sampai 360 juta tahun yang lalu. Ia memiliki karakteristik yang membuatnya sulit untuk ditempatkan secara filogenetis.

H.chowi memiliki beberapa karakteristik yang sama dengan sekelompok ikan bersirip predator lobak yang disebut rhizodont, yang diperkirakan telah terbelah dengan kelompok tetrapoda sebelum mereka berevolusi menjadi binatang berkaki 4. Ukuran dan beberapa bentuk tulang yang dimiliki H. chowi secara konsisten mirip dengan khizodont.

Di sisi lain, ia juga berbagi karakteristik dengan kelompok ikan bersirip lobak lainnya, elipstostegid. Mereka memiliki kemiripan pada kerangka bahu dan kerangka insang yang dimiliki oleh tetrapoda awal.

Para peneliti mengatakan bahwa terdapat 2 kemungkinan, yang pertama, H. chowi adalah rhizodont yang secara independen berevolusi dari karakteristik tetrapodomorph. Atau beberapa rhizodont bida memiliki hubungan dekat dengan elpistostegid dan tetrapoda daripada perkiraan sebelumnya sehingga memiliki jenis spesies lainnya.

"Dalam kedua kasus tersebut, keseluruhan hasil menunjukkan peningkatan yang substansial pada homoplasy pada kelompok batang tetrapod, ini juga menunjukkan bahwa keragaman ekologi dan provinsi biogeografis pada kelompok batang tetrapod telah diremehkan,” ungkap tim penelitian.

H. chowi sendiri juga memiliki beberapa karakteristik yang sama dengan kedua kelompok tersebut. Meskipun moncong fosil tidak dapat ditemukan akibat penggalian dan membuatnya hancur, namun tulang-tulang di sekitar rahang menunjukkan bahwa ikan tersebut mengintai dari dasar laut dan dengan cepat menyergap serta menjepit rahangnya pada mangsa.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini