Tepuk Tangan! UrWork Kucurkan Dana Rp39,5 Miliar untuk Startup Lokal Indonesia

Lely Maulida, Jurnalis · Jum'at 08 September 2017, 17:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 08 207 1772026 tepuk-tangan-urwork-kucurkan-dana-rp39-5-miliar-untuk-startup-lokal-indonesia-DqhLOJ5jkf.jpeg (Foto: TechCrunch)

JAKARTA – UrWork, unicorn yang bersaing dengan WeWWork di China mengikuti keunggulan pesaingnya dengan berekspansi di Asia Tenggara. UrWork turut mengambil peran dalam pendanaan USD3 juta atau sekira Rp39,5 miliar untuk ReWork yang berbasis di Indonesia.

Pendanaan seri-A dipimpin oleh ATM Capital dan the Indonesian Convergence Ventures. UrWork adalah peserta disamping perusahaan Social Capital, Fortune Union Investments, ACE Capital dan pendukung lainnya yang tidak diungkapkan.

UrWork bernilai USD1,5 miliar menyusul pendanaannya belum lama ini. Perusahaan ini memiliki 88 lokasi di 22 kota di negara asalnya di China, namun merencanakan ekspansi luar negeri yang agresif ke 32 kota di seluruh dunia selama tiga tahun kedepan.

Sama halnya dengan WeWork yang berekspansi di China di mana baru-baru ini meluncurkan bisnis lokal yang ditujukan untuk mengembangkan delapan ruang yang saat ini beroperasi di wilayah Greater China dengan cepat.

Beberapa perusahaan China diketahui bergerak cepat di Asia Tenggara untuk meraih bagian ekosistem startup yang tumbuh cepat, sehingga unicorn yang bekerja sama telah berhasil menjangkau kawasan ini bahkan juga Indonesia.

WeWork berkekspansi ke Asia Tenggara dengan mengakuisisi SpaceMob yang berbasis di Singapura, dan telah menyiapkan anggaran senilai USD500 juta untuk tumbuh di kawasan tersebut, yang menampung lebih dari 600 juta penduduk.

Selain di AS, UrWork telah memiliki lokasi di Asia Tenggara yakni di Singapura. Dan, kini perusahaan tersebut ingin memperluas jangkauannya ke Indonesia, negara dengan penduduk terpadat keempat di dunia melalui kesepakatannya dengan startup Tanah Air.

“Pasar ekonomi dan teknologi Asia Tenggara sangat menjanjikan dengan potensi pertumbuhan yang besar baik untuk usaha lokal maupun untuk bisnis yang berbasis di China. Kami melihatnya sebagai tujuan yang sangat strategis dan bekerja dengan ReWork untuk lebih membuka pasar dan mendukung perusahaan lokal dan luar negeri tumbuh melalui pengembangan ruang kerja kolaboratif,” kata Mao Da Qing CEO dan pendiri URWork dalam sebuah pernyataan.

Pendiri dan CEO ReWork, Vanessa Hendriadi kepada TechCrunch mengatakan bahwa investasi strategis UrWork akan memberi pengaruh untuk aliansi masa depan dengan klien dan mitra ritel. Tentu saja UrWork akan membantunya dengan pengalaman dan pengetahuannya.


“UrWork sangat terkesan dengan ekosistem, perusahaan dan negara yang mereka temui,” kata Vanessa.


"Kesepakatannya sangat tepat waktu, mereka baru saja menyelesaikan putaran pendanaan mereka, menjadi unicorn, dibuka di Singapura dan ingin memperluas di Asia Tenggara,” ujarnya.

Meski begitu, menurut Vanessa diantara keduanya tak ada pembicaraan yang menjurus pada pembelian ReWork secara langsung.

“Saat ini kemitraan berjalan seputar pertukaran sumber daya,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa kedua teknologi dan aplikasi perusahaan akan diintegrasikan dalam waktu dekat.

“Kita bisa menjadi platform pendaratan bagi perusahaan China yang ingin datang ke Indonesia dan terhubung ke ekosistem," ujar Vanessa.

ReWork sendiri saat ini mengoperasikan dua lokasi di ibukota Indonesia Jakarta. Startup tersebut berencana menambah empat lokasi di Jakarta dalam enam bulan ke depan, sebelum pindah ke daerah perkotaan utama lainnya, termasuk Bali dan Bandung. Untuk sementara tidak ada rencana segera untuk ekspansi regional, namun kemungkinan kesepakatan ini akan memungkinkan langkahnya ke Filipina dan Malaysia di tahun depan. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini