OKEZONE STORY: Banting Stir! Fredrik Idestam Awali Bisnis Pabrik Kertas hingga Berdirinya Perusahaan Ponsel Legendaris

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Jum'at 08 September 2017, 17:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 08 207 1772122 okezone-story-banting-stir-fredrik-idestam-awali-bisnis-pabrik-kertas-hingga-berdirinya-perusahaan-ponsel-legendaris-qcMXed3Ytm.jpg (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Fredrik Knut Idestam merupakan bos dari pabrik kertas terbesar di Finlandia. Ia dilahirkan di Tyrvanto, Finlandia pada 28 Oktober 1838. Idestam memiliki gelar insinyur pertambangan, namun memilih berbisnis pembuatan kertas.

Ia memilih untuk memproduksi kertas karena tingginya kebutuhan pasar akan benda tersebut. Selain itu, pertimbangan lainnya ialah karena alat pembuat kertas yang telah lebih modern. Diketahui bahwa saat itu Idestam membawa mesin pembuat kertas asal Jerman yang tergolong canggih.

Sebelumnya ia merupakan pegawai negeri sipil di Dewan Pertambangan Grand Duchy Finlandia. Inspirasi untuk membuat pabrik kertas hadir saat perjalanannya melalui Pegunungan Harz. Idestam mengunjungi sebuah pabrik yang memproduksi bahan baku kertas dari kayu.

Baca juga: Sempat Ditolak Kampus Terkenal di Amerika, Frank Wang Jadi Pemuda Terkaya Se-Asia

Idestam mendapatkan izin membuka usahanya pada 12 Mei 1865. Pabrik kertasnya itu ia namakan sebagai Nokia. Tanggal dibukanya izin pembukaan pabrik kertas itu kemudian dipilih menjadi hari berdirinya perusahaan Nokia.

Pabrik pertama Nokia berdiri di dekat air terjun di kawasan Tampere, Finlandia. Lokasi yang berdekatan dengan air terjun dipilih karena sebagai pembangkit tenaga listrik.

Tingginya permintaan kertas pada saat itu, membuat Nokia berkembang pesat. Sebagian besar produksi kertas Nokia diekspor ke wilayah Eropa lainnya. Idestam meninggal pada 8 April 1916.

Nokia dipimpin oleh penerus Idestam hingga memiliki beberapa anak perusahaan seperti Finnish Rubber Works yang bergerak di bidang Karet Mentah dan Finnish Cable Works yang bergerak di bidang Kabel dan Telegraf yang ada di Finlandia. Kedua perusahaan itu diakuisisi oleh Nokia.

Kemudian pada 1950 Björn Westerlund, CEO Nokia saat itu, memperkirakan bisnis kertas yang tak akan secerah di masa Idestam. Ia pun mulai membangun divisi elektronik di Helsinki. Setelah selama 15 tahun bergelut dengan beberapa kali kegagalan, akhirnya pada 1970 Nokia menggandeng pembuat televisi, Salora, untuk membuat ponsel.

Awal 1981, ponsel pertama yang diluncurkan Nokia, Nordic Mobile Telephony (NMT). NMT merupakan jaringan seluler multinasional pertama di dunia. Selama masa 1980-an, NMT diperkenalkan ke sejumlah negara dan mendapat sambutan yang luar biasa.

Baca juga: Dave Morin, Mantan Pegawai Apple dan Facebook yang Kini Sukses Bersama Path hingga Punya Istri Cantik

Namun, seiring dengan hadirnya ponsel pintar, produk Nokia mulai ditinggalkan. Puncaknya, pada 2014 lalu Nokia dijual kepada Microsoft di bawah merek Lumia. Hanya saja, selama dua tahun di bawah pimpinan Microsoft, smartphone mereka pun tak banyak diminati konsumen.

Microsoft akhirnya menjual Nokia ke HMD Global pada 2016. Saat ini perusahaan asal Finlandia itu telah menghadirkan beberapa smartphone di luar negeri dan juga sebuah ponsel legendaris Nokia 3310 yang diperbarui.

Perubahan model bisnis Nokia menjadi pembuat ponsel, merupakan catatan bersejarah bagi Fredrik Idestam yang saat itu memulainya dari pembuatan kertas.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini