OKEZONE INNOVATION: Penemuan Kipas Angin Listrik yang Kini Berusia 135 Tahun, Ini Sejarahnya!

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Jum'at 08 September 2017, 18:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 08 207 1772130 okezone-innovation-penemuan-kipas-angin-listrik-yang-kini-berusia-135-tahun-ini-sejarahnya-iI7XUGu5Qo.jpg (Foto: DevianArt)

JAKARTA - Kipas angin yang Anda pakai saat ini ternyata telah mencapai usia 135 tahun. Penemuan alat penghasil angin itu pertama kali diperkenalkan oleh Schuyler Skaats Wheeler pada 1882.

Saat pertama kali ditemukan, desain dari kipas angin cenderung tak memiliki perbedaan dengan masa kini. Desain kipas angin listrik masih terdiri dari beberapa bilah baling-baling yang menempel pada motor listrik.

Hanya saja pada awalnya, baling-baling tersebut dipasang secara terbuka dan juga berbentuk pipih lurus. Bilah baling-baling tersebut terinspirasi dari kincir angin yang banyak dibuat di kawasan Eropa. Awalnya kipas angin listrik hanya dimiliki oleh kalangan atas.

Baca juga: Nih Sejarah Microwave yang Diciptakan pada 1941

Kemudian pada 1890-an, motor dan baling-baling mendapatkan penutupnya. Selain lebih aman, penutup itu juga membuat debu tak cepat menempel pada mesinnya. Hanya saja, desain baling-baling masih belum berubah.

Perubahan desain baling-baling baru terlihat pada akhir dekade 1920. General Electric memperkenalkan bilah baling-baling yang saling tumpang tindih. Desain itu diketahui membuat kipas angin terdengar lebih senyap dibandingkan sebelumnya.

Selain itu bilah tersebut juga telah terbuat dari aluminium, bukan baja. Hingga saat ini pengguna aluminium telah lebih banyak diadopsi oleh sejumlah manufaktur.

Pada awal 1930, seorang wanita bernama Jane Evans datang ke St. Louis untuk melakukan pekerjaan desain interior. Ia mengusulkan desain kepada perusahaan Presiden Emerson Electric dan yang cukup radikal. Kemudian pada 1932 Emerson memperkenalkan Silver Swan.

Baca juga: Liontin Merupakan Asal Mula Diciptakannya Jam Tangan, Kok Bisa?

Kipas itu memiliki bilah baling-baling yang terbuat dari aluminium dan terinspirasi dari baling-baling kapal pesiar. Tak hanya itu, Emerson kemudian memperkenalkan motor kapasitor yang membuat kipas angin listrik lebih senyap meski dalam kecepatan tinggi.

Meski demikian, penggunaan kipas angin di kawasan Eropa dan Amerika mulai menurun pada 1950-an seiring dengan hadirnya teknologi air conditioner atau AC. Sehingga, hingga saat ini desain kipas angin listrik tak banyak berubah.

Perubahan bisa ditemukan pada bahan baling-baling, dan bagian pijakan yang dapat disesuaikan dengan tempatnya, berdiri di atas meja atau lantai, atau ditempel di dinding.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini