Techno of The Week: Black Hole Raksasa Ditemukan di Pusat Galaksi

Dini Listiyani, Jurnalis · Sabtu 09 September 2017, 08:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 08 56 1772150 techno-of-the-week-black-hole-raksasa-ditemukan-di-pusat-galaksi-sZm5r4xFxz.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Para astronom berhasil menemukan black hole atau lubang hitam yang memiliki ukuran 100.000 kali lebih besar dibandingkan matahari. Lubang hitam yang sembunyi di awan gas beracun ini menjadi yang terbesar kedua yang pernah dilihat di Bima Sakti.

Lubang hitam raksasa yang dijuluki sebagai 'intermediate-mass black holes' mengisi celah pengetahuan astronom tentang bagaimana objek supermasif black hole terbentuk. Lubang hitam itu ditemukan para astronom menggunakan Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (Alma) 16.400 kaki di atas permukaan laut di Andes di Cile Utara.

Sensitivitas dan resolusi tinggi teleskop radio memungkinkan mereka mengamati awan 195 tahun cahaya dari tempat pusat Bima Sakti. Lubang hitam menengah ini diyakini ada namun tak ada yang pernah mengidentifikasi hingga sekarang.

Penelitian terbaru menunjukkan lubang hitam supermasif sangat penting untuk penciptaan galaksi, bintang dan bahkan kehidupan itu sendiri. Masing-masing sekira setengah persen dari ukuran host galaksi, mengindikasikan bahwa mereka merupakan kekuatan pendorong di balik evolusi mereka.

Temuan yang dipublikasikan di Nature Astronomy memberikan wawasan penting tentang bagaimana lubang hitam supermasif black hole seperti saat ini. Meskipun sudah mapan, mereka berada di galaksi yang tampaknya tak dikenal bagaimana mereka bisa begitu besar.

Terlepas dari mereka yang tampaknya berada di tempat ketika alam semesta relatif muda, baru berusia beberapa ratus juta tahun. Selain itu, mereka juga dipercaya bisa menjadi benih rekan mereka yang lebih masif, bergabung bersama untuk membentuk objek raksasa.

Lubang hitam menengah bisa berubah menjadi nenek moyang mereka. Sulit untuk menemukan lubang hitam karena warnanya hitam. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, mereka menimbulkan efek yang bisa dilihat. Lubang hitam merupakan wilayah luar angkasa yang memiliki medan gravitasi yang sangat kuat, sehingga menyerap semua cahaya yang melewatinya dan tak memantulkannya.

Profesor Tomoharu Oka dan rekannya menggunakan simulasi komputer untuk menunjukkan gerak kecepatan tinggi atau kinematika, gas hanya bisa dijelaskan oleh lubang hitam menengah yang tersembunyi di tengahnya.

Selain itu, mereka juga menemukan bahwa emisi dari awan ini sangat mirip dengan versi skala kecil dari lubang hitam supermasif milik Bima Sakti. Profesor Oka dari Keio University di Jepang mengatakan bahwa ini merupakan lubang hitam yang diterima secara luas dengan massa lebih dari satu juta massa matahari mengintai di pusat galaksi masif, namun asal-usul mereka tetap tak diketahui.

"Satu skenario yang mungkin merupakan lubang hitam massa menengah (IMBHs) yang dibentuk oleh gabungan bintang-bintang di cluster bintang kompak muda, bergabung di pusat galaksi untuk membentuk lubang hitam supermasif. Meskipun banyak kandidat untuk IMBH telah diajukan, tak ada yang bisa diterima sebagai definitif," katanya seperti dikutip dari Daily Mail.

"Baru-baru ini kami menemukan awan molekuler yang aneh di dekat pusat galaksi Bima Sakti kami. Berdasarkan analisis cermat kinematika gas, kami menyimpulkan sebuah benda kompak dengan massa sekira 100.000 massa matahari mengintai di awan ini," lanjutnya.

Profesor Oka mengatakan bahwa objek masif ini merupakan IMBH yang tak aktif yang saat ini tak mengandung materi. Meskipun popularitas mereka baik dalam fiksi sains dan sains sejati, konsep sebuah lubang hitam hanya ada selama seratus tahun seperti yang diperkirakan oleh Albert Einstein.

(din)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini