Ilmuwan Ungkap Dokumen Paling Misterius Abad Pertengahan, Ternyata Ini Isinya

Riani Angel Agustine, Jurnalis · Senin 11 September 2017, 02:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 09 56 1772402 ilmuwan-ungkap-dokumen-paling-misterius-abad-pertengahan-ternyata-ini-isinya-I8RBC9c21B.jpg (Foto: Yale University)

WASHINGTON - Selama lebih dari 1 abad, para peneliti telah mencoba untuk mengurai teks-teks kuno yang ditemukan dalam manuskrip Voynich. Dokumen berusai 600 tahun tersebut digambarkan sebagai teks paling misterius di dunia dari abad pertengahan.

Dilansir dari Dailymail, teks tersebut penuh ilustrasi tanaman eksotis, binatang, dan tokoh manusia misterius, serta banyak halaman yang ditulis dengan teks yang tidak di ketahui. Sekarang, 1 akademis Inggris mengklaim bahwa dokumen tersebut sebenarnya adalah manual kesehatan untuk wanita yang ingin merawat kondisi ginekologi (sistem reproduksi wanita).

Nicholas Gibbs, seorang ahli manuskrip media abad pertengahan, mengatakan bahwa dia sampai pada kesimpulan tersebut setelah menemukan teks yang tertulis dalam bahasa Latin ligatures yang menguraikan pengobatan dari informasi medis standar. Ligatur Latin dikembangkan sebagai jalan pintas skriptoris dan telah digunakan sejak zaman Yunani dan Romawi.

Banyak jalan pintas pengobatan yang tampak pada catatan tesebut. Terdapat gambar wanita telanjang dan tanaman penyembuh yang mengacu pada aromaterapi yang dilakukan oleh penyembuh Yunani Hippocrates dan naturalis Romawi Pliny the Elder.

Gibbs percaya ilustrasi pengobatan tanaman, diagram zodiac dan petunjuk tentang mandi termal menunjukkan bahwa siapapun yang menulis dokumen tersebut memiliki pemahaman yang baik mengenai pengobatan abad pertengahan. Mandi termal sudah dipraktekkan oleh orang Yunani dan Romawi di sepanjang abad pertengahan sebagai bentuk kesehatan dan penyembuhan.

Pada abad pertengahan, mengobati keluhan ginekologis dan penyakit perempuan lainnya sering melibatkan air atau dengan pemandian. Gibbs sendiri masih belum bisa sepenuhnya menerjemahkan resep penyembuhan dalam dokumen tersebut.

Ia mengatakan, masalah utama dalam penerjemahan adalah manuskrip tersebut sudah kehilangan indeksnya. Teks yang sekarang dipegang di Perpustakaan Beinecke di Yale University, dilalui oleh berbagai pemilik sebelum berakhir di tangan penjual buku London bernama Wilfrid Voynich pada 1912.

Gibbs menghabiskan tiga tahun mempelajari manuskrip tersebut. Perpaduan menarik buku dari tulisan dan gambar yang elegan dari tanaman aneh dan wanita telanjang memiliki beberapa kepercayaan bahwa hal itu memiliki kekuatan magis.

Gibbs berpendapat bahwa Voynich membuat dokumen tersebut seolah-olah telah ditulis oleh Roger Bacon. Bacon adalah seorang biarawan dan filsuf dari abad ke-13 yang menyembunyikan karyanya dengan kode sehingga gereja tidak dapat menguraikan apa yang telah ditulisnya.

Ia juga menambahkan bahwa tidak ada satupun yang dapat mengenali isi tulisan dalam dokumen tersebut. "Masalahnya adalah bahwa tidak satupun kriptografer adalah sejarawan. Tidak ada yang tahu manuskrip abad pertengahan,” tambahnya.

Pada Agustus tahun lalu, Siloe, sebuah rumah penerbitan kecil yang terletak jauh di utara Spanyol, mendapat hak untuk mengkloning dokumen tersebut. Siloe yang menspesialiskan diri dalam pembuatan faksimili manuskrip tua telah membeli hak untuk membuat 898 replika persis dari Voynich.

Perusahaan penerbitan tersebut berencana untuk menjual replika tersebut seharga 7.000 sampai 8.000 euro atau setara dengan Rp103 juta-Rp105 juta dan sudah tercatat sebanyak 300 orang yang melakukan pemesanan.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini