Misteri Bintik Ungu pada Gulungan Arsip Tua Vatikan Terpecahkan, Ini Penjelasannya!

Riani Angel Agustine, Jurnalis · Senin 11 September 2017, 01:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 09 56 1772404 misteri-bintik-ungu-pada-gulungan-arsip-tua-vatikan-terpecahkan-ini-penjelasannya-tRQQI40XEw.jpg (Foto: G. Vendittozzi)

ROMA - Bintik ungu aneh pada gulungan besar dari abad ke-13 telah membuat bingung ilmuwan selama hampir 4 dekade. Namun akhirnya para ahli telah berhasil memecahkan misteri bintik ungu aneh tersebut.

Dilansir dari Dailymail, noda pada gulungan tersebut menceritakan pembunuhan yang berakhir menjadi orang yang suci, dan membuat cerita tersebut menjadi sulit untuk diuraikan. Studi mikroba yang dilakukan pada gulungan sepanjang 5 meter tersebut membuat bingung para peneliti pada 1976.

Tetapi sekarang, para ilmuwan telah menemukan bahwa pola bintik ungu tersebut disebabkan oleh bakteri yang berperang memicu pigmen pada gulungan dan menghasilkan noda ungu yang tidak biasa. Gulungan tersebut bernama A.A Arm I-XVIII 3328 yang ditulis pada 1244 M dan merupakan koleksi tertua arsip di Vatikan.

Gulungan yang terbuat dari kulit kambing dan berusia 773 tahun tersebut ditutupi bintik ungu dengan kerusakan pada protein kolagen yang secara signifikan membuat tulisan pada gulungan tersebut sulit dibaca. Perkamen kuno biasanya diserang oleh mikroba sehingga meninggalkan bekas ungu dan memisahkan lapisan dokumen.

Peneliti berharap temuan mereka dapat membantu dalam restorasi dan konservasi perkamen kuno lainnya. Kerusakan ini diyakini telah terjadi sebelum gulungan tersebut dipindahkan ke Arsip Rahasia Vatikan pada akhir abad ke-18.

Sekarang, sebuah tim di Tor Vergata University, Roma telah melakukan analisis genetik terhadap sekumpulan mikroba yang terdapat pada gulungan tersebut. Tim menemukan 957 jenis bakteri pada bintik ungu dan 407 jenis bakteri di tempat yang tidak rusak.

Tetapi hanya 140 dari 1224 spesies mikroba yang ditemukan di daerah yang rusak dan tidak rusak. Bakteri yang paling banyak ditemukan di bintik ungu adalah Gammaproteobacteria, sejenis mikroba yang biasanya ditemukan di laut.

Para peneliti memperkirakan koloni mikroba tersebut ada karena gulungan tersebut dari kulit kambing yang biasanya diawetkan menggunakan air garam. Tim tersebut juga memperkirakan Gammaproteobacteria menyerang mikroba lain di gulungan tersebut dan mengubahnya menjadi Halobacteria.

"Pendekatan multidisiplin ini menghasilkan banyak informasi menarik, berguna untuk menguraikan perkamen yang diderita selama 800 tahun yang panjang. Pemahaman yang lebih baik tentang peran Halobacteria mungkin bermanfaat, karena mereka dapat bertahan untuk masa-masa sulit, dan menjadi 'bom waktu' dalam perkamen kuno yang tidak rusak,” ungkap Profesor Migliore.

Para peneliti memperkirakan penelitian lebih lanjut dapat membantu mengidentifikasi urutan pasti mikroba yang menghasilkan rhodopsin yang bertanggungjawab atas bintik ungu tersebut. Hal ini juga dapat mengungkap pendekatan baru untuk membantu pemulihan dokumen yang rusak dengan cara yang sama.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini