Tanah di Pluto Akhirnya Resmi Miliki Nama, Apa Itu?

Riani Angel Agustine, Jurnalis · Minggu 10 September 2017, 00:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 09 56 1772405 tanah-di-pluto-akhirnya-resmi-miliki-nama-apa-itu-6GJQM1o0SL.jpg (Foto: NASA)

WASHINGTON - Tanah di Pluto akhirnya memiliki nama untuk pertama kalinya. Hal ini merupakan set penamaan pertama resmi di Pluto yang disetujui oleh IAU (International Astronomical Union) yang merupakan otoritas resmi yang diakui secara internasional untuk menamakan benda di langit dan fitur permukaan.

Dilansir dari Dailymail, tim New Horizons NASA (The National Aeronautics and Space Administration) mengusulkan nama-nama untuk daerah di Pluto ke IAU setelah pengamatan pertama Pluto dan bulan-bulannya oleh pesawat luar angkasa New Horizons.

Nama-nama yang diusulkan diberikan untuk memberi penghormatan kepada mitologi Yunani, perintis misi luar angkasa, pelopor sejarah yang melintasi cakrawala ketika melakukan eksplorasi, serta ilmuwan dan insinyur yang terkait dengan Pluto dan Sabuk Kuiper (Kuiper Belt).

"Kami sangat gembira untuk menyetujui nama-nama yang mengenali orang-orang yang penting bagi Pluto dan pencarian eksplorasi serta mitologi dunia bawah, Kami menghargai kontribusi masyarakat umum dalam bentuk saran penamaan mereka dan tim New Horizons untuk mengusulkan nama-nama ini kepada kami,” ungkap Rita Schulz, ketua Kelompok Kerja IAU untuk Nomenklatur Sistem Planetary.

Beberapa nama tersebut disarankan oleh anggota masyarakat selama kampanye OUR Pluto yang diluncurkan sebagai kemitraan antara IAU, proyek New Horizons dan SETI Institute. Pesawat luar angkasa New Horizons NASA sekarang sudah berada lebih dari 3,5 miliar mil dari Bumi, karena perjalanan yang dilakukan ke Pluto dan bagian luar Tata Surya.

Sepanjang tahun, pesawat tersebut telah mengumpulkan pengamatan yang tidak terhitung jumlahnya mengenai Pluto dan bulan-bulannya. Awal tahun ini, badan antariksa tersebut telah merilis video flyover yang menakjubkan dengan menggunakan data yang diperoleh New Horizons serta menggunakan model elevasi digital.

Model tersebut memperlihatkan gambar jarak dekat untuk melihat segala hal dari kawan yang ada di Pluto ‘Cthulhu Macula’, dan pegunungan moated yang aneh, Charon. Sebagai pengakuan atas peringatan 2 tahun flyover Pluto New Horizons, NASA juga menungkapkan serangkaian peta elevasi global yang menakjubkan, yang menunjukkan medan kompleks Pluto dan Charon.

"Kompleksitas sistem Pluto - dari geologi ke sistem satelitnya ke atmosfernya - telah melampaui imajinasi kita yang paling liar. Peta baru dari eksplorasi tengara Pluto oleh misi New Horizon NASA pada 2015 akan membantu mengungkap misteri ini dan dinikmati setiap orang,” ungkap Alan Stern, peneliti utama New Horizons dari Southwest Research Institute.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini