Share

Mengerikan! Arkeolog Temukan Banyak Mumi di Makam Berusia 3.500 Tahun

Lely Maulida, Jurnalis · Senin 11 September 2017 00:05 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 10 56 1773110 mengerikan-arkeolog-temukan-banyak-mumi-di-makam-berusia-3-500-tahun-zUhnLRVj3h.jpeg (Foto: AP)

JAKARTA – Arkeolog Mesir telah menemukan makam seorang pandai emas yang didedikasikan untuk dewa Amun dan mumi seorang perempuan serta kedua anaknya. Hal ini diungkap oleh kementerian antiquities pada Sabtu atau 9 September waktu setempat.

Makam kuno Dra 'Abu el-Naga di Luxor berusia 3.500 tahun itu dibangun untuk seorang tukang emas bernama Amenemhat dan istrinya Amenhotep. Pasangan tersebut tinggal di abad ke 15 SM, pada dinasti ke 18, yang merupakan bagian dari periode sejarah Mesir yang disebut oleh ilmuwan modern sebagai New Kingdom.

Penemuan tersebut berasal dari New Kingdom (abad 16 hingga 11 SM) dan dibuat di nekropolis Draa Abul Naga di tepi barat Sungai Nil di Luxor, yang terkenal dengan kuil dan tempat pemakamannya.

Makam tersebut kemudian digunakan kembali pada abad ke 11 dan 10 SM, di abad ke-21 dan ke-22, suatu masa yang oleh para sarjana modern disebut Periode Menengah Ketiga.

Dijelaskan kementerian itu, di makam “Tukang Emas Amun, Amenemhat” juga ditemukan sisa-sisa beberapa mumi, peti mati kayu, sisa-sisa kerangka, tembikar dan patung-patung kecil, seperti foto yang dikeluarkan oleh kementerian tersebut.

 

Sebuah poros di makam tersebut menyebabkan sebuah ruangan di mana para arkeolog menemukan beberapa benda tersebut. Poros lain mengarah ke sebuah ruangan di mana tim arkeolog menemukan mumi seorang perempuan beserta dua anak.

Perempuan itu tampaknya telah meninggal pada usia 50 tahun dan tes menunjukkan bahwa ia menderita penyakit tulang bakteri, seperti disampaikan spesialis tulang Sherine Ahmed Shawqi yang dikutip kementerian.

Tim tersebut juga menemukan 150 arca pemakaman kecil yang diukir di kayu, tanah liat dan batu kapur.

Dilansir Live Science, Senin (11/9/2017), makam yang terletak di tepi barat sungai Nil di sebuah pemakaman untuk para bangsawan dan pejabat tinggi ini merupakan penemuan yang relatif sederhana. Namun pihak berwenang telah mengumumkannya dengan ramai dalam upaya untuk meningkatkan industri pariwisata yang perlahan pulih dari negara tersebut.

“Kami ingin surat kabar besok berbicara tentang Mesir dan membuat orang ingin datang ke Mesir,” kata pejabat Khaled el-Anani kepada awak media.

Makam tersebut ditemukan oleh arkeolog Mesir, suatu penemuan yang dipuji sebagai bukti profesionalisme dan keahlian mereka yang berkembang.

“Kami dulu mengawal arkeolog asing sebagai pengamat, tapi itu dulu di masa lalu. Sekarang kami adalah pemimpin,” kata Mustafa Waziri, kepala arkeolog Luxor. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini