Soal Anomali Satelit, Telkom: 100% Konektivitas Telekomunikasi Berjalan Normal

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Senin 11 September 2017 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 11 207 1773457 soal-anomali-satelit-telkom-100-konektivitas-telekomunikasi-berjalan-normal-FuOLNiFmND.jpg Ilustrasi (Foto: Telegraph)

JAKARTA - Sejak mengalami anomali pada 25 Agustus 2017 lalu, Telkom mengklaim bahwa konektivitas telekomunikasi di 15.019 site telah berjalan normal hari ini, Senin (11/9/2017).

Dari total site yang berhasil pulih (repointing), 11.574 site di antaranya digunakan untuk layanan anjungan tunai mandiri (ATM) dan 3.445 sisanya merupakan non-ATM. Pihak Telkom mengatakan bahwa semua site tersebut telah terhubung.

"Alhamdulillah kita sudah menyelesaikan konektivitas telekomunikasinya. Total site: 15.019 site, terdiri dari site ATM: 11.574, site Non ATM: 3.445. Secara konektivitas telekomunikasinya sudah terhubung," ungkap Arif Prabowo, VP Corporate Communication Telkom dalam pesan singkat kepada Okezone.

Selain repointing antena, Telkom juga mengandalkan jaringan fiber optik dan machine to machine dengan alokasi layanan masing-masing 5% dan 14%. Untuk layanan ini, Telkom juga berniat untuk melakukan pengalihan layanan ke satelit Telkom 2, Telkom 3S, dan dua satelit Asing yakni APSTAR, dan ChinaSat.

Arif mengatakan, proses peralihan itu membutuhkan proses sekira dua bulan. Alokasi layanan Telkom 1 yang kini berada di dua satelit Asing tersebut yakni 70%, sementara sisanya ditangani oleh dua satelit milik Telkom.

Ke depannya, Telkom akan mengandalkan satelit baru yakni Telkom 4. Satelit ini dijadwalkan meluncur pada pertengahan 2018 mendatang untuk menggantikan layanan Telkom 1 yang saat ini berada di dua satelit Asing.

Hingga saat ini, Arif mengatakan bahwa proses pembuatan satelit Telkom 4 sudah mencapai 70%. Kapasitasnya sendiri akan lebih besar dari Telkom 1. Satelit tersebut akan menampung sebanyak 60 transponder, sedangkan Telkom 1 hanya 36 transponder.

Sedangkan untuk slot orbitnya, Telkom 4 akan mengisi posisi yang ditinggalkan Telkom 1 yaitu pada 108 Bujur Timur. Guna mengamankan slot orbit tersebut, Telkom kabarnya akan dibantu Kemenkominfo untuk berkoordinasi dengan pihak International Telecomunication Union (ITU).

Sayangnya saat disinggung soal besaran kerugian yang ditimbulkan oleh anomali satelit Telkom 1, hingga saat ini pihak Telkom masih belum bisa membeberkan rinciannya. "Masih dihitung terkait dengan aspek finansialnya," jelas Arif.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini