OKEZONE INNOVATION: Menilik Penciptaan Remote Control yang Sempat Populer saat Perang Dunia I

Lely Maulida, Jurnalis · Senin 11 September 2017, 21:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 11 56 1773842 okezone-innovation-menilik-penciptaan-remote-control-yang-sempat-populer-saat-perang-dunia-i-4K4btqjeIL.jpg (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Beberapa perangkat kini dapat dengan mudah dikendalikan melalui remote. Perangkat nirkabel itu memungkinkan pengguna untuk mengontrol perangkat elektronik seperti televisi, AC, dan home theater. Namun tahukah Anda kapan pertama kali remote control ditemukan?

Dilansir dari berbagai sumber, remote control televisi pertama kali memasuki rumah di Amerika Serikat pada Juni 1956. Namun jauh sebelumnya, yakni tahun 1893 sebuah remote control untuk televisi digambarkan oleh Nikola Tesla pada paten AS dengan nomor 613809.

Orang-orang Jerman menggunakan alat-alat pengendali jarak jauh selama Perang Dunia I. Pada akhir tahun 1940an, muncul penggunaan remote control non-militer pertama. Misalnya mereka digunakan sebagai pembuka pintu garasi otomatis.

The Zenith Radio Corporation adalah perusahaan yang menciptakan remote control televisi pertama, yakni pada 1950 dengan sebutan "Lazy Bone". Perangkat pengendali jarak jauh itu mampu mematikan televisi dan memindahkan saluran televisi.

Namun remote itu bukan remote control nirkabel. Remote control Lazy Bone terpasang di televisi oleh kabel besar. Rupanya, konsumen tak menyukai hal tersebut karena kabel sering menyebabkan seseorang tersandung.

Insinyur Zenith, Eugene Polley kemudian menciptakan "Flash-matic", remote TV nirkabel pertama di tahun 1955. Flash-matic dioperasikan dengan empat photocells, satu di setiap sudut layar TV.

Penonton menggunakan lampu flash untuk mengaktifkan keempat fungsi kontrol, yang menghidupkan, mematikan gambar, dan suara serta memutar saluran TV. Namun, Flash-matic memiliki masalah dan tak bekerja dengan baik pada saat hari sedang cerah. Saat sinar matahari menyorot, terkadang saluran TV berubah secara acak.

Kontrol jarak jauh "Zenith Space Command" kemudian masuk ke produksi komersial pada tahun 1956. Kali ini insinyur Zenith, Doctor Robert Adler, merancang Space Command berdasarkan ultrasonics. Kontrol jarak jauh ultrasonik tetap menjadi desain dominan selama 25 tahun, dan seperti namanya, mereka bekerja menggunakan gelombang ultrasonic.

Pemancar Space Command tidak menggunakan baterai. Di dalam pemancar itu ada empat batang aluminium ringan yang mengeluarkan suara berfrekuensi tinggi saat ditekan di salah satu ujungnya. Setiap batang memiliki panjang yang berbeda untuk menciptakan suara yang berbeda yang mengendalikan unit penerima terpasang di televisi.

Unit Space Command pertama berukuran luas karena penggunaan enam tabung vakum yang diperlukan di unit penerima yang menaikkan harga televisi hingga 30 persen.

Pada awal 1960-an, setelah penemuan transistor remote control jauh turun dalam harga dan ukurannya, seperti semua perangkat elektronik. Zenith kemudian memodifikasi Remote Control Space Command dengan keunggulan teknologi transistor dan masih menggunakan ultrasonic, menciptakan remote control yang dipegang tangan dan dioperasikan dengan baterai kecil.

Lebih dari 9 juta remote control ultrasonik terjual. Selanjutnya, perangkat inframerah mengganti remote control ultrasonik di awal tahun 1980an. Inilah awal pengendali TV memiliki banyak tombol. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini