Ancam Mata Uang Lokal, China Musuhi Bitcoin

Dini Listiyani, Jurnalis · Selasa 12 September 2017, 13:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 12 207 1774158 ancam-mata-uang-lokal-china-musuhi-bitcoin-0CME8SoP5H.jpg (Foto: The Verge)

BEIJING - China disebut berencana untuk menutup bursa Bitcoin dalam negeri. Hal tersebut terkuak berkat sumber anonim yang mengatakan kepada The Wall Street Journal.

Sumber itu mengatakan bahwa regulator tak memberikan pesan yang jelas kapan shutdown itu akan terjadi. Seorang regulator mengatakan kepada bursa bahwa keputusan itu telah dibuat, sementara yang lain mengatakan bahwa keputusan itu akan memakan waktu beberapa bulan.

Sebagai tanggapan atas informasi itu, menurut CoinDesk, harga Bitcoin telah turun ke level terendah USD4,108. China merupakan rumah bagi operasi penambangan cryptocurrency yang sangat besar dan menguntungkan untuk Bitcoin, Ethhereum, dan cryptocoins lainnya.

Menurut Bitcoinity.org, tiga bursa China yakni Bitfinex, OkCoin, dan BTCC terdiri dari 45% pangsa pasar global selama 30 hari terakhir.

Dilansir dari laman The Verge, Selasa (12/9/2017), popularitas Bitcoin di China mungkin telah menyebabkan pemerintah mulai menganggapnya sebagai ancaman terhadap mata uang lokal, terutama karena investor China membeli Bitcoin dan bertaruh terhadap yuan tahun lalu.

Sumber anonim tersebut mengutip terlalu banyak kekacauan sebagai alasan untuk dugaan penghentian tersebut, menggemakan kata-kata bank sentral China minggu lalu yang mengkritik ICO karena mengganggu tatanan keuangan negara tersebut.

China melarang penawaran coin awal pekan lalu sebagai bentuk pembiayaan publik yang tak disetujui dan ilegal. Banyak yang skeptis terhadap penutupan yang disebutkan itu, termasuk Bobby Lee, salah satu pendiri dan CEO BTCC.

(din)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini