Pasca-Pemulihan Gangguan Satelit, Telkom Pantau Kestabilan Konektivitas Layanan

Lely Maulida, Jurnalis · Selasa 12 September 2017, 14:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 12 207 1774198 pasca-pemulihan-gangguan-satelit-telkom-pantau-kestabilan-konektivitas-layanan-FgYFCUHmN3.jpg (Foto: Lely Maulida/Okezone)

JAKARTA - Satelit Telkom 1 belum lama ini mengakibatkan berbagai layanan tak bisa diakses. Ribuan anjungan tunai mandiri (ATM) bahkan tak bisa digunakan sebagai salah satu imbas dari gangguan satelit Telkom 1 tersebut.

Telkom sendiri melakukan upaya recovery konektivitas layanan pelanggannya. Perusahaan milik pemerintah itu melakukan repointing antena, serta memanfaatkan teknologi alternatif sebagai solusi temporer.

"Selain melakukan repointing antena ground segment, Telkom juga memanfaatkan dua teknologi alternatif sebagai solusi temporer untuk mempercepat recovery sejumlah site," kata Direktur Utama Telkom, Alex J Sinaga di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Selasa (12/9/2017).

Ia juga menjelaskan komposisi pemulihan metode repointing antena parabola ground segment mendominasi langkah yang ditempuh Telkom.

"Komposisinya sebanyak 81% repointing antena parabola ground segment, 14% menggunakan sistem Machine to Machine (M2M), dan 5% sisanya memanfaatkan teknologi fiber optik," terang Alex.

Meski menjadi solusi temporer, pemanfaatan sistem M2M dan teknologi fiber optik bisa juga dijadikan sebagai solusi permanen. Keputusan itu sendiri diserahkan Telkom kepada pelanggannya.

Per tanggal 11 September ini sendiri hal yang menjadi agenda besar Telkom adalah memonitor kestabilan konektivitas layanan yang telah direcovery melalui fiber optik serta mengawal migrasi temporer untuk kembali ke solusi permanen. Perusahaan juga membuat posko kestabilan konektivitas layanan untuk melayani pelanggannya yang terkena dampak satelit Telkom 1 setelah pemulihan konektivitas.

Telkom juga berencana untuk meluncurkan satelit barunya - Telkom 4 pada pertengahan tahun 2018. Satelit Telkom 4 sendiri akan ditempatkan pada slot orbit 108 BT yang kini ditempati oleh Telkom 1. Dijelaskan Alex, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kominfo untuk mengamankan slot orbit tersebut ke International Telecommunication Union (ITU).

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini