Lebih Mutakhir! Satelit Telkom 4 Bakal Diluncurkan Lebih Cepat

Lely Maulida, Jurnalis · Selasa 12 September 2017, 16:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 12 207 1774350 lebih-mutakhir-satelit-telkom-4-bakal-diluncurkan-lebih-cepat-x6C1CQEtRA.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Satelit Telkom 1 yang anomali mengharuskan Telkom untuk mengambil langkah cepat. Perusahaan milik pemerintah itu akan meluncurkan satelit pengganti Telkom 1 yakni Telkom 4 pada Agustus 2018.

Akibat lebih cepatnya kekosongan slot orbit 108 karena anomali Telkom 1, perusahaan harus mempercepat jadwal peluncuran satelit barunya. Untuk mewujudkan hal tersebut, Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mengajukan permintaan kepada International Telecommunication Union (ITU) untuk mengamankan slot orbit 108.

Telkom sendiri berupaya untuk mempercepat jadwal peluncuran kepada pabrikan satelit. Hasilnya, Telkom mendapatkan margin 60 hari lebih cepat dari jadwal peluncuran semula.

"2 hari lalu kami rapat bulanan. Hasilnya ada kemungkinan dapat margin 69 hari lebih cepat dari jadwal," terang Direktur Utama Telkom, Alex J Sinaga di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Selasa (12/9/2017).

Meski begitu, kemungkinan tersebut belum menjadi keputusan final bagi Telkom. Pasalnya, pabrikan satelit dengan perusahaan peluncurnya berbeda sehingga masih perlu didiskusikan antara ketiga perusahaan untuk meluncurkan satelit Telkom 4.

"Tapi karena pabrikan dengan peluncur beda, perlu didiskusikan apakah margin 60 itu bisa diterima. Karena antrean jadwal peluncuran satelit banyak dan berbeda-beda. Harapan kita bisa meluncur lebih cepat dari sebelumnya Agustus 2018," paparnya.

Satelit Telkom 4 sendiri pembuatannya sudah mencapai 70%. Kapasitasnya akan melebihi satelit Telkom 1 dengan menampung sejumlah 60 transponder, dibanding Telkom 1 yang hanya 36 transponder.

Anomali satelit Telkom 1 juga menyebabkan ribuan anjungan tunai mandiri (ATM) tak bisa dioperasikan. Hal ini mengharuskan Telkom melakukan berbagai upaya untuk memulihkan konektivitasnya.

Meski begitu, Alex tak merinci besaran biaya yang diakibatkan oleh satelit Telkom 1 yang dimiliki perusahaan. Ia menyatakan bahwa jumlah biayanya belum dapat disimpulkan karena masih banyak karyawan yang berada di lapangan.

"Yang menyelesaikan satelit dua ribuan lebih, sebagiannya masih di lapangan. Sehingga belum bisa disimpulkan berapa biaya untuk recovery Telkom 1," ujarnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini