Terungkap! Analisis DNA Buktikan Prajurit Viking Wanita Abad Ke-10

Riani Angel Agustine, Jurnalis · Selasa 12 September 2017, 02:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 12 56 1773924 terungkap-analisis-dna-buktikan-prajurit-viking-wanita-abad-ke-10-NlDGoBR69R.jpg (Foto: Uppsala University)

STOCKHOLM - Kisah dari era Viking tentang pejuang wanita yang berperang dan berdampingan dengan pria telah lama menimbulkan kecurigaan di mana wanita diduga mendominasi medan perang. Bukti yang sedikit menunjukkan kebenaran hal tersebut dan menjadikannya sebagai sebuah berdebatan yang berkecamuk selama bertahun-tahun.

Dilansir dari Dailymail, Senin (11/9/2017), untuk pertama kalinya, para ilmuwan telah mengonfirmasi adanya pejuang Viking wanita. Dengan menggunakan DNA yang diambil dari kerangka abad ke-10 yang ditemukan terkubur di kota Viking Swedia, Birka.

Kerangka tersebut bukan hanya seorang pejuang profesional, tetapi saat ditemukan ia berada bersama dengan sepasang kuda dan dikelilingi senjata. Para ahli mengatakan bahwa wanita Viking pernah menjadi perwira tinggi yang memimpin pasukan dalam sebuah pertempuran.

“Ini adalah konfirmasi formal dan genetik pertama dari seorang pejuang Viking wanita,” ungkap professor Mattias Jakobsson dari Departemen Organismal Biology di Uppsala University. Kerangka tersebut ditemukan pada penggalian yang dilakukan pada 1880-an.

Terlepas dari sifat morfologi yang menunjukkan bahwa kerangka tersebut milik wanita, kuburan yang berisikan senjata termasuk panah, pedang, dan baju besi menyebabkan beberapa ahli mengasumsikan bahwa kerangka tersebut merupakan Viking pria. Di dalam kuburan, mereka juga menemukan sepasang kuda dan 1 set mainan lengkap.

Dalam studi terbaru, para peneliti menetapkan untuk mengonfirmasi jenis kelamin kerangka pasukan Viking tersebut dengan menganalisis DNA yang terdapat dari taring kiri dan humerus kiri. Tim menemukan bahwa individu tersebut memiliki 2 kromosom X dan tidak memiliki kromosom Y, dengan kata lain bahwa Viking tersebut merupakan perempuan.

“Apa yang kita pelajari bukanlah Valkyrie dari saga tapi pemimpin militer dalam kehidupan nyata, yang secara kebetulan adalah seorang wanita,” ungkap Charlotte Hedenstierna Jonson dari Stockhilm University, pemimpin utama studi. Tim juga melakukan analisis isotop terhadap kerangka, yang memberikan bukti bahwa selama hidup, kerangka tersebut sering berpergian.

Hal tersebut sesuai dengan apa yang diketahui tentang masyarat yang mendominasi Eropa Utara antara abad ke-8 dan ke-10. Selain bukti genomik yang mengonfirmasi jenis kelamin, ada beberapa ciri kerangka yang mendukung identifikasi tubuh sebagai wanita.

“Kerangka tersebut sebenarnya wanita, berusia di atas 30 tahun dan memiliki tubuh yang tinggi sekira 170 sentimeter,” ungkap Jonson. Meskipun perannya sebagai pemimpin militer, kerangka Viking tidak memiliki tanda-tanda trauma sebelumnya atau tanda bahwa ia telah meninggal.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini