Wow! Peneliti Ungkap Gua di Antartika yang Hangat

Riani Angel Agustine, Jurnalis · Selasa 12 September 2017, 04:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 12 56 1773925 wow-peneliti-ungkap-gua-di-antartika-yang-hangat-UvWUHU5C7D.jpg (Foto: Michael S. Becker)

WELLINGTON - Ilmuwan Australia yang menyelidiki gua es di bawah gletser Antartika mengatakan bahwa gua tersebut hangat sehingga dapat mendukung tumbuhan dan hewan berkembang. Di sekitar Gunung Erebus, gunung berapi aktif di Pulau Ross, Antartika, menggunakan uapnya untuk membuat gua tersebut tetap hangat dengan mengunakan uap alami.

Dilansir dari Sciencealert, Senin (11/9/2017), Dr Ceridwen Fraser dari ANU Fenner School of Environment and Society mengatakan analisis forensik sampel tanah dari gua tersebut mengungkapkan jejak DNA yang menarik dari ganggang, lumut, dan hewan kecil. “Bisa sangat hangat di dalam gua, sampai 25 derajat celcius di beberapa gua,” ungkap Fraser.

Ia menambahkan terdapat cahaya di dekat mulut gua, sehingga menambah kehangatan gua tersebut. Sebagian besar DNA yang ditemukan mirip dengan DNA dari tumbuhan dan hewan yang ditemukan di tempat lain di Antartika, namun tidak semua dapat diidentifikasi sepenuhnya.

“Hasil dari penelitian ini memberi kita sekilas pengetahuan tentang apa yang mungkin hidup di bawah es di Antartika, bahwa mungkin ada spesies tumbuhan dan hewan baru,” tambah Fraser. Langkah selanjutnya tim peneliti adalah melihat lebih dalam gua dan mencari apakah terdapat organisme yang hidup.

Rekan peneliti Profesor Craig Cary, dari University of Waikato di Selandia Baru, mengatakan bahwa penelitian sebelumnya menemukan bahwa komunitas bakteri dan jamur yang beragam tinggal di gua vulkanik Antartika. “Temuan dari penelitian baru ini menunjukkan bahwa mungkin ada tanaman dan hewan yang lebih tinggi,” ungkap Cary.

Dr Charless Lee, rekan penelitian lain dari University of Waikato, menambahkan bahwa ada banyak gunung lainnya di Antartika. Sehinggia sistem gua subglasial dapat ditemukan di benua es tersebut.

“Kami belum tahu berapa banyak sistem gua yang ada di sekitar gunung berapi Antartika, atau bagaimana menghubungkan lingkungan subglasial ini. Mereka benar-benar sulit untuk diidentifikasi dan dijelajahi,” ungkap Dr Lee.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini