OKEZONE STORY: Yuk Kenal Lebih Dekat Roger Lee Easton, sang Bapak GPS!

OKEZONE STORY: Yuk Kenal Lebih Dekat Roger Lee Easton, sang Bapak GPS!

(Foto: Wikipedia)

JAKARTA – Aplikasi Maps atau navigasi lainnya seperti Waze kini menjadi andalan banyak pengguna smartphone untuk membantu mengarahkan mereka menuju sebuah tempat atau lokasi yang belum diketahui sebelumnya. Aplikasi itu sendiri dibantu terbantu oleh hadirnya teknologi GPS (Global Positioning System).

Pelopor dari GPS yang juga disebut sebagai Bapak GPS adalah Roger Lee Easton. Ia lahir pada 30 April 1921 di Craftsbury, Vermont dari pasangan Frank B. Easton yang merupakan seorang dokter, serta Della Donnocker, seorang guru sekolah.

Easton dibesarkan di Craftsbury Common dan menempuh studi di Craftsbury Academy yang kemudian lulus pada 1939. Selanjutnya ia kuliah di Middlebury College pada 1943 dan di University of Michigan selama satu semester dimana ia bertemu dengan istrinya Barbara.

Pada 1943, Easton mulai bekerja sebagai fisikawan di Laboratorium Riset Angkatan Laut A.S. di Washington. Ia menghabiskan usianya selama 37 tahun berkarir di laboratorium tersebut.

Selama tahun 1944 hingga 1945, ia betugas di Angkatan Laut A.S, bekerja di laboratorium dengan radar dan sistem pendaratan buta. Pada awal 1950-an, ia terlibat dalam percobaan awal roket yang dilakukan di White Sands Proving Grounds.

Pada 1955 ia membantu penulisan proposal untuk Vanguard Project, sebuah program satelit ilmiah untuk International Geophysical Year (IGY), dan bertugas dalam tim desain untuk satelit tersebut. Dari situ ia melanjutkan desain Minitrack, sebuah sistem untuk mengikuti berbagai jenis benda yang mengorbit Bumi.

Masalah sinkronisasi waktu stasiun pada pelacak mengarahkan Easton ke gagasan untuk menempatkan jam yang sangat akurat di beberapa satelit yang juga bisa digunakan untuk menentukan lokasi seseorang di lapangan dengan tepat. Dia menyebut sistem ini Timation for Time-Navigation.

Awalnya, dia memanggil sistem Timation singkatan dari Time-Navigation. Akhirnya, Departemen Pertahanan mengadopsi sejumlah fitur dari sistem navigasi berbasis waktu dan menamainya kembali sebagai Global Positioning System (GPS) di awal tahun 1970an.

Easton memegang 11 paten AS termasuk paten 3.789.409 untuk "Sistem Navigasi Menggunakan Satelit dan Teknik Klasifikasi Pasif" untuk Timation. Easton juga memiliki banyak penghargaan untuk penemuaannya.

Pada 1978 Easton dianugerahi penghargaan navigasi Thomas L. Thurlow untuk Timation. Kemudian pada 1993 ia diakui sebagai anggota tim GPS yang menerima penghargaan Robert J. Collier Trophy aviation. Beragam penghargaan dari berbagai negara terus didapat oleh Easton berkat kemampuannya.

Pada tahun 1980 Easton pensiun sebagai Kepala Cabang Aplikasi Luar Angkasa di Laboratorium Riset Angkatan Laut. Ia dan Barbara pindah ke Kanaan, New Hampshire, di mana dia melanjutkan upaya untuk memperbaiki GPS dan mengerjakan masalah energi pendukung energi surya.

Easton juga membantu dua term di legislatif New Hampshire dan mencalonkan diri sebagai gubernur dalam pemilihan tahun 1986, meski pada akhirnya ia kalah.

Pada 2014 tepatnya pada usia ke 93, bapak GPS ini meninggal dunia. Meski begitu karyanya kini banyak dimanfaatkan oleh berbagai perusahaan juga masyarakat di berbagai belahan dunia. (lnm).

(kem)

Baca Juga

Wah! CEO Xiaomi Bertandang ke Indonesia, Mau Apa?

Wah! CEO Xiaomi Bertandang ke Indonesia, Mau Apa?