Usai Resmikan CEO, Pejabat Uber Putuskan Resign, Ada Apa?

Usai Resmikan CEO, Pejabat Uber Putuskan Resign, Ada Apa?

(Foto: BU)

CALIFORNIA – Dara Khosrowshahi, CEO baru Uber menetapkan serangkaian rencana awal dalam sebuah pertemuan staf belum lama ini. Hal tersebut dilakukan untuk mengembalikan fokus perusahaan dari berbagai masalah yang menerpa.

Menurut sumber yang dikutip Bloomberg, ia mengatakan prioritas utamanya adalah mempekerjakan seorang Chief Financial Officer yang dapat membantu perusahaan menyeimbangkan kebutuhannya untuk mengendalikan pengeluaran dengan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Khosrowshahi juga mencari pengganti Legal Lead (Kepala Hukum) Uber yang telah lama, meski topik tersebut tak menjadi bahasan dalam pertemuan.

Beberapa jam kemudian, Chief Legal Officer Uber, Salle Yoo mengirimkan email kepada karyawannya dan mengatakan bahwa dirinya akan mengundurkan diri setelah membantu Khosrowshahi menemukan penggantinya.

Yoo sendiri telah bertanggung jawab atas upaya hukum Uber selama sekira lima tahun. Meski ia sebagian besar berhasil membantu perusahaan menavigasi kelompok yang rumit, perusahaan tersebut kini menghadapi mimpi buruk dalam hal hukum.

Masalah tersebut termasuk probe federal menjadi suap asing potensial dan penggunaan software untuk menggagalkan teguran hukum, serta tuntutan yang menuduh penganiayaan terhadap pengemudi, pencurian rahasia dagang dan upaya terlarang untuk mengintip informasi dari pesaing.

Pengumuman kepergian Yoo ditunjukkan oleh sebuah laporan di situs teknologi informasi, seperti dalam email yang diperoleh Bloomberg. Yoo mengajukan dirinya mengambil cuti sebelum ia bekerja di perusahaan baru.

"Perlu diketahui bahwa saya sangat bangga dengan pekerjaan yang telah kita selesaikan bersama," tulisnya.

Kepergian Yoo bukanlah kejutan bagi internal Uber yang telah merasa khawatir atas menumpuknya masalah hukum perusahaan. Joseph Spiegler, Global Head of Compliance yang ditugaskan untuk memastikan Uber mengikuti undang-undang juga memilih untuk mengundurkan diri belum lama ini.

Namun posisi Yoo merupakan peran vital yang harus dipenuhi oleh Khosrowshahi diantara posisi lainnya. Untuk tahun ini sendiri, perputaran eksekutif perusahaan tercatat telah meluas seperti kepergian presiden perusahaan, dua anggota dewan, kepala bisnis, teknik, keuangan, kebijakan, produk serta kepala mobil otonom.

Khosrowshahi kepada para karyawan menyatakan bahwa dirinya yakin Uber memerlukan seorang chief operating officer. Hal ini juga sempat diutarakan Travis Kalanick bahwa dirinya perlu menemukan seseorang untuk memberikan bantuan kepemimpinan. Khosrowshahi kemudian menegaskan kembali bahwa dia ingin dewan membawa seorang ketua independen.

Meski posisi tersebut penting, Khosrowshahi mengatakan bahwa dirinya tak ingin mengorbankan pangsa pasar. Kuartal kedua ini Uber tercatat mengalami kerugian USD645 juta, sementara pesaingnya – Lyft berhasil menambah pelanggan.

Khosrowshahi mengatakan bahwa upaya untuk mendapatkan kembali pangsa pasar akan memperbaiki reputasi perusahaan. Demikian seperti dilansir Bloomberg, Rabu (13/9/2017). (lnm).

(kem)

Baca Juga

Wah! CEO Xiaomi Bertandang ke Indonesia, Mau Apa?

Wah! CEO Xiaomi Bertandang ke Indonesia, Mau Apa?