OKEZONE INNOVATION: Ternyata, Headphone Pertama Diciptakan Bukan untuk Masyarakat Biasa, Ini Sejarahnya!

OKEZONE INNOVATION: Ternyata, Headphone Pertama Diciptakan Bukan untuk Masyarakat Biasa, Ini Sejarahnya!

(Foto: Angelfire)

JAKARTA - Alat pendengar musik bernama headphone saat ini telah menjadi perangkat periferal yang hampir dimiliki setiap orang. Headphone digunakan untuk mendengarkan suara atau musik agar terdengar lebih dekat di telinga.

Alat tersebut memang populer pada abad ke-20 saat ini. Namun keberadaannya sendiri telah diketahui sejak 1919 saat headphone radio diperkenalkan. Kala itu, headphone dibuat bukan untuk kepentingan publik melainkan bagi para profesional di bidang tertentu yang berhubungan dengan audio.

Bahkan ada yang mengatakan bahwa headphone sebenarnya telah dikenal sejak 1910 yang digunakan untuk meredam suara 'bising' dari radio-radio saat itu.

Kualitas headphone saat itu masih jauh dengan yang ada saat ini. Biasanya headphone digunakan oleh operator radio serta pertukaran telefon. Kualitasnya meningkat lebih baik pada 1937 dengan adanya Dynamic Headphone yang diproduksi oleh perusahaan asal Jerman.

Produk pertama yang diperkenalkan saat itu ialah DT 48 yang didemonstrasikan pada 1950. Kemdati demikian, headphone ini juga dibuat bukan untuk publik. Perangkat itu dijual secara terbatas ke pihak tertentu.

Merangkum halaman Bright Hub, Rabu (13/9/2017), beredarnya headphone masa kini yang bisa digunakan oleh masyarakat umum merupakan berkat jasa dari John C Koss. Ia memproduksi headphone stereo yang ditujukan untuk mendengarkan musik.

Bersama seorang teknisi bernama Martin Lange ia membuat sistem audio berupa fonograp portable dengan speaker. Alat itu juga memiliki tombol switch agar bisa mendengarkan melalui stereophone SP3.

Mereka berdua mendemonstrasikan alat itu di Wisconsin pada 1958. Sayangnya, itu belum banyak orang yang tertarik dengan penemuan Koss dan Lange. Padahal secara kualitas, suaranya lebih baik dari perangkat di era 1937-an.

Headphone milik Koss dan Lange memiliki audio full range yang dapat menjangkau not rendah dan tinggi dan mengeluarkan efek stereo dari sinyal yang berbeda, kanan dan kiri. Suaranya dikatakan seperti saat menonton konser.

Setelah beberapa lama diproduksi, orang-orang akhirnya mulai tertarik dengan headphone milik Koss dan Lange. Hingga kini headphone tersebut telah melalui beragam perubahan dan peningkatan kualitas, bahkan teknologi.

Setelah adanya headphone dengan jack audio, di abad 20-an saat ini tekah hadir headphone dengan sistem nirkabel melalui sambungan bluetooth.

(kem)

Baca Juga

Yuk! Kenali Osilasi Madden Julian si Pembawa Hujan

Yuk! Kenali Osilasi Madden Julian si Pembawa Hujan