Temuan 'DNA Gelap' Ungkap Evolusi Makhluk Hidup, Ini Penjelasannya!

Temuan 'DNA Gelap' Ungkap Evolusi Makhluk Hidup, Ini Penjelasannya!

(Foto: Shutterstock/Theconversation)

CALIFORNIA - Teknologi pengurutan DNA membantu ilmuwan mengungkap pertanyaan terkait hewan selama berabad-abad. Dengan memetakan genom hewan, kini manusia memiliki gagasan lebih baik untuk mengungkap evolusi binatang.

Dengan memahami metode ini, peneliti mengetahui bagaimana jerapah bisa mendapatkan leher yang besar serta mengapa ular memiliki tubuh yang panjang. Pengurutan DNA memungkinkan peneliti untuk membandingkan dan membedakan DNA hewan yang berbeda.

Dilansir Cosmosmagazine, Rabu (13/9/2017), dalam beberapa kasus, peneliti dihadapkan pada suatu misteri. Beberapa genom hewan tampaknya kehilangan gen tertentu, spesies yang muncul pada spesies sejenis lainnya dan harus hadir untuk menjaga agar hewan tetap hidup.

Gen yang tampaknya hilang dijuluki 'DNA gelap'. Dan, keberadaan DNA tersebut mengubah cara berpikir manusia tentang evolusi.

Ilmuwan menemukan fenomena ini saat mengurutkan genom tikus pasir, sejenis gerbil yang hidup di padang pasir. Secara khusus peneliti mempelajari gen gerbil yang terkait dengan produksi insulin, untuk memahami mengapa hewan ini sangat rentan terhadap diabetes tipe 2.

Ketika peneliti mencari gen yang disebut Pdx1 yang mengendalikan sekresi insulin, peneliti menemukan bahwa itu hilang, begitu juga 87 gen lain yang mengelilinginya. Beberapa gen yang hilang ini, termasuk Pdx1, sangat penting dan tanpanya binatang tidak dapat bertahan.

Petunjuk pertama adalah bahwa, di beberapa jaringan tubuh tikus pasir, peneliti menemukan produk kimia sebagai instruksi dari gen "hilang" yang akan tercipta. Ini hanya mungkin jika gen itu ada di suatu tempat di genom, menunjukkan bahwa mereka tidak benar-benar hilang tapi hanya tersembunyi.

Urutan DNA gen ini sangat kaya akan molekul G dan C, dua dari empat molekul "dasar" yang membentuk DNA. Peneliti mengetahui urutan kaya GC menyebabkan masalah pada teknologi sekuensing DNA tertentu.

Hal ini membuat lebih mungkin bahwa gen yang peneliti cari sulit untuk dideteksi daripada hilang. Untuk alasan ini, peneliti menyebut urutan tersembunyi "DNA gelap" sebagai referensi untuk materi gelap, hal-hal yang konon membentuk sekira 25% alam semesta namun manusia tidak dapat benar-benar mendeteksinya.

Jenis DNA gelap ini sebelumnya pernah ditemukan pada burung. Para ilmuwan telah menemukan bahwa 274 gen "hilang" dari genom burung yang saat ini diurutkan. Ini termasuk gen untuk leptin (hormon yang mengatur keseimbangan energi), yang ilmuwan tidak dapat temukan selama bertahun-tahun. Sekali lagi, gen ini memiliki kandungan GC yang sangat tinggi dan produknya ditemukan di jaringan tubuh burung, meskipun gen tersebut tampaknya hilang dari urutan genom.

(ahl)

Baca Juga

Yuk! Kenali Osilasi Madden Julian si Pembawa Hujan

Yuk! Kenali Osilasi Madden Julian si Pembawa Hujan