Diam-Diam SoftBank Cs Bakal Suntik Dana ke Uber, untuk Apa?

Diam-Diam SoftBank Cs Bakal Suntik Dana ke Uber, untuk Apa?

(Foto: Reuters)

CALIFORNIA – SoftBank, Dragoneer dan raksasa ride sharing China - Didi Chuxing, hampir menyelesaikan investasi mereka di Uber melalui usaha patungan mereka. Hal ini terungkap oleh sumber yang dikutip oleh TechCrunch.

Penawaran tender tersebut siap dikeluarkan pada akhir bulan, termasuk investasi langsung di perusahaan, serta pembelian saham dari karyawan dan investor awal.

Potensi investasi pertama dilaporkan oleh New York Times sekira sebulan yang lalu. Kesepakatan perusahaan bahkan kemungkinan mencakup transaksi sekunder terbesar dalam sejarah, dengan ribuan karyawan Uber memenuhi syarat untuk menjual saham.

Bloomberg juga melaporkan bahwa Uber bisa mendapatkan USD2-10 miliar dari investor baru ini. Bahkan kabarnya, kesepakatan terakhir diatas kisaran sekira USD8 hingga USD10 miliar.

Investasi ini dipimpin oleh oleh Dragoneer, Didi dan SoftBank yang juga mengharapkan General Atlantic untuk berpartisipasi. Sayangnya Uber menolak untuk memberikan komentar.

Hal ini penting bukan hanya karena ukuran kesepakatannya, namun saham tersebut akan memungkinkan valuasi Uber hampir mencapai USD70 miliar. Sebagaimana diketahui, gejolak masalah hukum yang menimpa Uber telah membuat spekulasi bahwa valuasi Uber akan terpangkas.

Kesepakatan ini juga akan memberi kesempatan kepada para investor awal dan karyawan untuk mendapatkan uang tunai. Selama bertahun-tahun, Uber membatasi penjualan saham ekuitas, sehingga mempersulit individu-individu untuk mengubah kompensasi ini menjadi uang tunai.

Setelah kebijakannya diserang, perusahaan mulai melakukan buyback awal tahun ini. Diketahui bahwa Uber baru saja menyelesaikan buyback kedua minggu lalu yang tersedia bagi ratusan karyawan yang berhak menjual 20% saham mereka di perusahaan tersebut.

Langkah tersebut juga mengurangi beberapa tekanan bagi Uber untuk mengatur likuiditas. Investor ekuitas yang telah menginvestasikan sekitar USD9 miliar di perusahaan besutan Travis Kalanick sejak 2010 itu kemungkinan juga sangat mendukung kesepakatan pendanaan yang memungkinkan mereka mengubah beberapa keuntungan mereka menjadi kekayaan.

Uber yang kini dipimpin oleh Dara Khosrowshahi masih dalam tahap menyelesaikan masalah yang menerpa perusahaan. CEO tersebut juga dilaporkan tengah mencari beberapa orang untuk mengisi posisi yang kosong di Uber. Demikian seperti dilansir TechCrunch, Kamis (14/9/2017). (lnm).

(kem)

Baca Juga

Wah! CEO Xiaomi Bertandang ke Indonesia, Mau Apa?

Wah! CEO Xiaomi Bertandang ke Indonesia, Mau Apa?