Duh! Foto Kuda Laut dan Cotton Bud Viral, Indonesia Jadi Sorotan Dunia

Duh! Foto Kuda Laut dan Cotton Bud Viral, Indonesia Jadi Sorotan Dunia

(Foto: Justin Hofman)

JAKARTA - Foto seekor kuda laut dengan sebuah cotton bud sedang viral di mancanegara. Foto tersebut mengundang keprihatinan karena memperlihatkan pencemaran laut di Indonesia, di mana foto itu dibuat.

Foto tersebut dibuat oleh seorang fotografer bernama Justin Hofman. Saat itu ia melakukan snorkeling di pantai pulau Sumbawa, tahun lalu. Kemudian, foto itu ia daftarkan pada perlombaan Wildlife Photographer of the Year dari Natural History Museum di London.

"Saya harap pemandangan ini tak terjadi setiap hari, ini yang menjadi tujuan utamanya," kata Hofman dikutip dari The Verge, Sabtu (16/9/2017). "Saya menghabiskan banyak waktu di bawah air di seluruh dunia, dan melihat sampah serta puing dari manusia mencemari semua tempat," lanjut dia.

"Jika Anda melihat gambarnya, sebenarnya ada beberapa gumpalan putih di latar belakang. Dan gumpalan putih itu sebenarnya kantong plastik," kata Hofman. "Ada banyak sampah. Itu benar-benar menjijikkan. Air mulai berbau," ia melanjutkan.

Ia melakukan snorkeling saat air laut mulai pasang. Kemudian ia menemukan beberapa jenis sampah mulai dari kayu hingga plastik. Kemudian ia melihat seekor kuda laut berukuran 1,5 inci yang awalnya menempel pada batang rumput laut. Namun tak lama kemudian kuda laut itu berpindah dan menempel pada sebuah cotton bud.

Foto itu ia unggah melalui akun Instagram pribadinya @justinhofman dan menceritakan keprihatinannya. Dengan adanya bukti melalui foto tersebut Hofman berharap orang-orang akan sadar bahwa lingkungan mereka telah tercemar.

"Kuda laut ini melayang lama dengan sampah sehari-hari saat mengikuti arus yang mengalir di sepanjang kepulauan Indonesia. Foto ini berfungsi sebagai alegori untuk keadaan sekarang dan masa depan lautan kita. Masa depan macam apa yang kita ciptakan? Bagaimana tindakan Anda bisa membentuk planet kita?" tulisnya di Instagram.

Hofman memang telah lama menjadi pemerhati lingkungan khususnya kondisi lautan yang tercemar sampah. Ia berasal dari Monterey, California, Amerika Serikat, dan mengikuti sebuah ekspedisi ke seluruh dunia untuk mengamati alam liar dan konservasi dunia.

(kem)

Baca Juga

Wah! CEO Xiaomi Bertandang ke Indonesia, Mau Apa?

Wah! CEO Xiaomi Bertandang ke Indonesia, Mau Apa?