Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peneliti Temukan Makam 'Dewa Raja' Zaman Maya Kuno, Ini Wujudnya!

Riani Angel Agustine, Jurnalis · Selasa 19 September 2017 05:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 18 56 1778538 peneliti-temukan-makam-dewa-raja-zaman-maya-kuno-ini-wujudnya-vHg2hA1hgS.jpg (Foto: Dailymail)

GUATEMALA CITY - Makam ‘dewa raja’ kuno telah ditemukan di kota Waka di Waka utara, Guatemala. Analisis dari artefak yang ditemukan di situs tersebut diperkirakan datang dari 300 dan 350 M.

Dilansir dari Dailymail, Senin (18/9/2017), selain keramik, ditemukan juga topeng batu giok yang menakjubkan. Topeng batu giok tersebut merupakan kunci untuk mengidentifikasi makam tersebut, dan diperkirakan makam tersebut milik seorang anggota keluarga kerajaan pada masa itu.

Hal tersebut membuatnya menjadi makam kerajaan paling awal di wilayah Peten di barat laut negara tersebut. Penelitian sebelumnya pada situs tersebut telah mengungkapkan 6 makam kerajaan beserta persembahan kurban yang berkenaan dengan abad ke-5 dan ke-6, dan ke-7 Masehi.

Penemuan ini dibuat oleh para arkeolog Guatemala dari Proyek Arkeologi El Peru-Waka AS-Guetamala. “Ini seperti raja Saxon Inggris kuno yang dikuburkan di Old Minister, gereja asli di bawah Katedral Winchester,” ungkap Direktur riset David Freidel, professor anthropology in art and sciences di Wasington University di St. Louis.

El Peru-Waka terletak 65 km di barat dari situs Maya Tikal yang terkenal di dekat sungai San Pedro Martir di Taman Nasional Laguna del Tigre. Pada periode klasik, kota kerajaan ini memerintahkan rute perdagangan utama yang berjalan dari utara ke selatan dan dari timur ke barat.

Temuan tersebut pertama kali diungkapkan pada sebuah simposium Guatemala yang disponsori oleh Kementerian Kebudayaan. Salah satu dinasti Maya paling awal dikenal sebagai Wak dianggap telah didirikan pada abad ke-2 Masehi berdasarkan perhitungan dari teks sejarah pada situs tersebut.

Makam tersebut diidentifikasi sebagai orang dewasa, namun tidak disertai artefak tertulis dan anonim. Makam tersebut diperkirakan milik Raja Te ‘Chan Ahk. Peneliti mengungkapkan Raja Te ‘Chan Ahk merupakan raja Wak yang dikenal secara historis yang memerintah pada awal abad ke-4 Masehi.

Freidel telah melakukan penggalian pada situs tersebut dan bekerjasama dengan para arkeolog Guatemala dan arkeolog asing lainnya sejak 2003. Pada awalnya mereka melakukan penggalian melalui terowongan di dalam istana Acropolis dan menuju ke makam baru.

Makam tersebut teridentifikasi sebagai makam kerajaan berdasarkan pada adanya topeng batu giok yang menggambarkan penggaris dengan tab rambut dari Jaung Dewa Atau Maize God. Raja Maya secara teratur digambarkan sebagai peniru Maize God.

Tab dahi tersebut memiliki simbol Salib Yunani yang unik dan memiliki arti kuning dan berharga di era Maya kuno. Simbol tersebut juga dikaitkan dengan Maize God.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini