Diam-Diam Jeff Bezos 'Goda' CEO Microsoft Gabung ke Amazon, Kok Bisa?

Lely Maulida, Jurnalis · Selasa 19 September 2017 16:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 19 207 1778924 diam-diam-jeff-bezos-goda-ceo-microsoft-gabung-ke-amazon-kok-bisa-eVEXrubfXD.jpg (Foto: Space Foundation-Microsoft)

REDMOND – Satya Nadella yang kini menjabat sebagai CEO Micrososoft, memang menjadi orang yang dinilai mampu memimpin perusahaan. Saat masih menjabat sebagai Executive Vice President dari grup cloud dan enterprise Misrosoft, Nadella mampu meningkatkan pendapatan perusahaan hingga lebih dari USD3 miliar.

Namun nampaknya, Nadella akan menjalani karir dan kehidupan yang berbeda jika ia menjadi karyawan Amazon. Iya, dalam sebuah profil yang dicantumkan majalah Fast Company, salah satu sumber mengakui bahwa Jeff Bezos menggoda Nadella untuk keluar dari Microsoft lebih dari satu dekade lalu.

“Awalnya, Jeff Bezos mencoba merekrutnya (ke Amazon), tugas saya untuk merekrutnya kembali,” kata Gubernur Dakota Utara, Doug Burgum, seorang mantan manajer Microsoft kepada majalah tersebut.

Dijelaskan Burgum, Nadella bukanlah satu-satunya target Amazon dari Microsoft. Bidikan Amazon mencakup banyak mantan pemimpin dan insinyur Microsoft, seperti dilansir Seattle Times, Selasa (19/9/2017).

Baca: OKEZONE STORY: Belajar Manajemen dari Kriket, Satya Nadella Sukses Jadi CEO Microsoft

Jeff Bezos: Berawal dari Penjual Buku hingga Bos E-Commerce yang Memiliki Kekayaan Rp1.124 Triliun

Burgum sesumbar bahwa Microsoft menawarkan lebih banyak peluang ketimbang Amazon yang pada saat itu hanya sebagai penjual buku online. Namun tentu saja, Amazon tak tinggal diam. Sebagaimana diketahui raksasa ritel online itu terus berinovasi dengan mengembangkan berbagai produk seperti cloud, kecerdasan buatan, serta tablet.

“Saya telah keliru tentang pandangan saya untuk Amazon, tapi saya benar telah meyakinkan Satya untuk tinggal (di Microsoft),” kata Burgum.

Sementara Nadella disiapkan sebagai bagian dari Burgum, CEO Microsoft Steve Ballmer rupanya memiliki rencana yang berbeda. Ballmer dikabarkan ingin agar Nadella bisa menjalankan mesin pencari Microsoft Bing.

“Steve sangat jelas. Dia haya berkata ‘Lihatlah, ini adalah tantangan paling penting yang saya miliki, saya rasa ini bukan keputusan yang cerdas untuk Anda, tapi saya ingin Anda melakukannya. Pikirkan dengan bijak dan pilihlah. Namun jika Anda gagal, tak ada parasut, tidak seperti saya datang dan menolong, kemudian mengembalikan Anda ke pekerjaan lama Anda,” terang Nadella kepada Fast Company.

Baca juga: Kepemimpinan Satya Nadella Buat Microsoft Bersatu

Canggih! Microsoft & Amazon Bakal Integrasikan Cortana dan Alexa

Meski Bing tak memiliki kemewahan seperti Amazon, Nadella mengambil tantangan itu. Siapa sangka tantangan CEO Microsoft kala itu menjadi jalan peruntungan bagi Nadella dan perusahaan.

Nadella pada akhirnya berhasil menjadi Burgum pada 2007 sebagai pemimpin grup bisnis Microsoft Business Solutions. Ia kemudian memimpin engineering mesin pencari Bing dan Microsoft Server & Tools group. Nadella juga menggantikan Steve Ballmer untuk posisi tinggi perusaahaan sebagai CEO Microsoft pada Februari 2014. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini