OKEZONE STORY: Nikola Tesla, Penemu Teknologi Listrik yang Berjasa untuk Dunia

Riani Angel Agustine, Jurnalis · Rabu 20 September 2017 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 19 56 1779281 okezone-story-nikola-tesla-penemu-teknologi-listrik-yang-berjasa-untuk-dunia-cYGAcaH9o1.jpg (Foto: Businessinsider)

JAKARTA – Nikola Tesla secara sukses memberikan kontribusi pada pengembangan sistem listrik arus bolak balik (AC) dan medan magnet berputar (dasar dari mesin AC bolak-balik). Listrik arus bolak balik lebih banyak digunakan untuk kepentingan sehari-hari seperti untuk penerangan di rumah maupun di jalan, pasokan listrik di perusahan, dan keperluan listrik lainnya.

Nikola Tesla lahir pada 10 Juli 1856 di Smiljan yang sekarang dikenal sebagai Kroasia dan merupakan anak ke-4 dari 5 bersaudara. Minat Tesla terhadap penemuan listrik dipacu oleh ibunya, Djuka Mandic, yang merupakan penemu peralatan rumah tangga kecil di waktu senggangnya.

Sudah sejak kecil, Tesla sudah menyukai pelajaran hitung-hitungan seperti fisika, mekanika, dan matematika. Ia melanjutkan pendidikan di Realschelu, Karlstadt Institute Politenik di Graz, Autralia dan University of Prague selama 1870-an, namun ia pindah ke Budapest untuk bekerja sementara di Central Telephone Exchange.

Pada saat di Budapest, ide untuk motor induksi muncul, namun setelah beberapa tahun mendapat ketertarikan atas temuan tersebut. Namun, pada umur 28 ia harus pindah untuk meninggalkan Eropa ke Amerika.

Pada 1884, Tesla tiba di Amerika Serikat dengan membawa sebuah surat perkenalan yang ditujukan pada penemu dan pengusaha ternama Thomas Edison. Edison mempekejakan Tesla bersama dengan 2 orang lainnya sesegera mungkin.

Namun beberapa beberapa bulan kemudian, Tesla dan Edison memiliki latar belakang yang bertentangan yang membuat Tesla keluar dari perusahaan tersebut. Edison yang merupakan tokoh terkuat berfokus pada kesuksesan pemasaran dan financial, hal tersebut yang membuat Tesla keluar karena ketidakselarasannya.

Setelah terpisah dengan Edison, pada 1885 Tesla menerima dana untuk mendirikan Tesla Electric Light Company dan ditugaskan oleh para investornya untuk mengembangkan pencahayaan busur yang lebih baik. Setelah berhasil, ia terpaksa harus keluar dari perusahaan tersebut dan menjadi buruh manual sementara waktu untuk bertahan hidup.

Keberuntungan berupada pada 1889, saat ia dapat menemukan ketertarikannya pada sistem kelistrikan AC dan menerima kembali pendanaan untuk Tesla Electric Company barunya. Pada akhir tahun, ia telah berhasil mengajukan beberapa hak paten untuk penemuannya yang berbasis AC.

Sistem AC Tesla telah menarik perhatian insinyur Amerika dan pakar bisnis George Westinghouse. Tesla diminta untuk mencari solusi bagaimana ia dapat memasok suplay untuk Amerika dengan menggunakan daya jarak jauh.

Seiring dengan ketertarikannya pada sistem arus bolak balik, Tesla dan Westinghouse bersaing langsung dengan Thomas Edison yang ingin menyuplai hal yang sama namun secara langsung. Kampanye negatif dilancarkan oleh Edison dalam upaya melemahkan minat listrik AC hasil ciptaan Tesla.

Namun pilihan jatuh pada Westinghouse Corporation sebagai pemasok pencahayaan di Pameran Columbian Dunia 1893 di Chicago, dan Tesla melakukan demonstrasi sistem AC-nya di sana dan berhasil mendapatkan hak paten untuk temuannya. Dua tahun kemudian, pada 1895, Tesla merancang pembangkit listrik tenaga air AC pertama di Amerika Serikat, di Niagara Falls.

Tahun berikutnya,sistem AC digunakan untuk menggerakkan kota Buffalo, New York, sebuah prestasi yang dipublikasikan di seluruh dunia. Dengan keberhasilan yang berulang, sistem arus bolak-balik menjadi sistem kekuatan yang unggul pada abad ke-20, dan ini tetap menjadi standar dunia sejak saat itu.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini