Mantap! Google Akuisisi 2.000 Karyawan HTC dengan Mahar Rp14,6 Triliun

Lely Maulida, Jurnalis · Kamis 21 September 2017 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 21 207 1780279 mantap-google-akuisisi-2-000-karyawan-htc-dengan-mahar-rp14-6-triliun-MYxsbjnMIQ.jpg (Foto: Reuters)

MOUNTAIN VIEW – Google telah sepakat untuk mengakuisisi sebagian tim teknik dan desain HTC dengan mahar senilai USD1,1 miliar atau setara dengan Rp14,6 triliun. Raksasa teknologi itu merekrut kader veteran yang bekerja untuk ponsel Pixel dan dapat memperkuat bisnis hardware-nya.

Google Alphabet memboyong sekira 2.000 karyawan yang berpengalaman mengerjakan perangkat Pixel. Langkah ini bermaksud untuk menampilkan fitur apik dari software Android yang kini mendominasi smartphone di dunia. Kesepakatan ini juga dilengkapi dengan perjanjian lisensi non-eksklusif untuk kekayaan intelektual milik HTC.

"Tim berbakat HTC akan bergabung dengan Google sebagai bagian dari organisasi hardware. Karyawan Google masa depan ini adalah orang-orang hebat yang telah bekerja dengan smartphone Pixel, dan kami sangat antusias untuk melihat apa yang dapat kami lakukan bersama sebagai satu tim,” kata Rick Osterloh, Senior Vice President of Hardware Google.

Berkat kesepakatan itu, kini Google mendapatkan kontrol yang lebih ketat atas perancangan dan produksi Pixel serta perangkat lainnya. Gadget tersebut turut menjadi bagian dorongan strategis untuk mendistribusikan software penting seperti asisten voice-enabled dan serta lebih menyaingi rivalnya Apple.

Google sendiri tengah bersiap untuk mengungkap perangkat generasi selanjutnya pada Oktober, membangun portofolio yang menjalankan keseluruhan Google Home ke headset virtual reality  Daydream.

“Akhir dari langkah ini adalah fleksibilitas lebih pada inovasi hardware yang dapat memacu pendapatan tambahan melalui layanan yang dimungkinkan oleh inovasi tersebut,” kata Jitendra Waral, analis senior Bloomberg Intelligence.

"Google pada dasarnya mendapat kontrol lebih besar atas desain hardware-nya, ini dapat membantu mereka mempercepat inovasi dengan produknya sendiri dan menggunakannya sebagai tolok ukur ekosistem Android untuk diikuti," ujarnya.

Investor Alphabet kemungkinan khawatir dengan sejarah atas pembelian Motorola Mobility dengan mahar senilai USD12,5 miliar. Dalam waktu kurang dari tiga tahun, Google menjualnya ke Lenovo dengan harga kurang dari USD3 miliar dengan mempertahankan portofolio paten Motorola yang berharga.

Kepemilikan Motorola telah mengikis margin keuntungan Google dan membuat vendor ponsel lain yang bergantung pada Android geram atas software Google yang dipasok ke produsen handset untuk mempromosikan layanannya.

Alhasil transaksi Google dengan HTC jauh lebih murah dan datang pada waktu yang sangat berbeda, yakni ketika Google dan saingannya lebih berfokus pada perangkat konsumen yang dibangun pada layanan kecerdasan buatan (AI) dan augmented reality (AR).

AR sendiri menuntut kamera dan sensor mahal yang kuat dan bekerja secara berkesinambungan dengan software untuk memproses dan melapisi gambar 3D di dunia nyata. Kepemilikan mitra Android yang berbeda membuat ponsel mereka dengan komponen yang berbeda membuat tugas itu lebih sulit bagi Google. Terutama saat Apple memilih perangkat AR untuk diintegrasikan dengan software-nya.

“Bagi Google, HTC adalah kesepakatan yang sama sekali berbeda dengan Motorola,” kata Jason Low, seorang analis Canalys yang berbasis di Shanghai.

"Perlu kontrol manufaktur yang lebih baik jika mengharapkan rangkaian Pixel bersaing dengan iPhone suatu hari nanti,” ujarnya.

Tidak jelas bagaimana HTC menghadapi persaingan dengan Apple, Samsung, dan Huawei di masa depan setelah ditinggal tim berbakatnya. Namun menurut Canalys Low, sisi baik dari kesepakatan itu adalah HTC bisa fokus pada bisnis VR-nya yang memiliki potensi tinggi di pasaran. Demikian seperti dilansir Bloomberg, Kamis (21/9/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini