Gokil! Bos Teknologi Dominasi Daftar Orang Terpopuler di LinkedIn, Siapa Saja?

Lely Maulida, Jurnalis · Jum'at 22 September 2017, 13:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 22 207 1780807 gokil-bos-teknologi-dominasi-daftar-orang-terpopuler-di-linkedin-siapa-saja-qc01NQRNaH.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA – LinkedIn untuk pertama kalinya merilis daftar LinkedIn Power Profile di Indonesia. Daftar ini merupakan daftar yang dibuat oleh LinkedIn untuk menunjukkan deretan profil yang paling yang paling banyak dilihat oleh penggunanya di Indonesia.

30 daftar profile yang dirilis LinkedIn itu kemudian terbagi dalam kategori Pimpinan Terbaik (Top Leader), Di Bawah Usia 30 Tahun (Under 30), Pemasaran (Marketing), dan Sumber Daya Manusia (Human Resource).

Menariknya, dari 30 daftar profile yang tercantum di laman LinkedIn, muncul nama-nama orang yang berasal dari perusahaan berbasis teknologi. Mereka bahkan mendominasi dalam daftar Top Leader di LinkedIn.

Beberapa nama tersebut yakni Achmad Zaky (Founder dan CEO Bukalapak), Nadiem Makarim (CEO dan Founder GO-JEK Indonesia), Wiliam Tanuwijaya (Co-founder dan CEO Tokopedia). Mereka juga diikuti oleh Ongki Kurniawan (Managing Director Grab Pay, Grab Indonesia), yang sebelumnya memimpin Line di Indonesia, serta Erik Meijer (President Director Telkomtelstra).

Tak hanya dalam Top Leader, pada kategori Under 30 beberapa nama yang muncul juga didominasi oleh perusahaan dan startup berbasis teknologi seperti Irzan Raditya Dayu Dara Permata (Vice President GO-JEK), (Founder sekaligus CEO Kata.ai), Stanislaus Tandelilin (Founder Salestock), Yunita Anggraeni (Co-founder Geekhunter), dan Benny Fajarai (Qlapa).

Seiring berkembangnya dunia digital menyeret berbagai perusahaan untuk menjadi yang terdepan di ranah teknologi, termasuk di Indonesia. Tak ayal, daftar LinkedIn Power Profiles di Indonesia ini didominasi oleh orang-orang yang berkecimpung di perusahaan berbasis teknologi.

LinkedIn Power Profiles sendiri baru kali pertama ini dirilis di Indonesia. Untuk membuat daftar ini, LinkedIn menggunakan data dari penggunanya sejak tahun 2016-2017. Sebelumnya, LinkedIn merilis daftar yang sama di Australia, India, Hong Kong serta Singapura.

“Sebagai negara yang memiliki populasi muda dan banyaknya orang yang terhubung secara digital, jelas terlihat bahwa teknologi memiliki pengaruh terhadap pola kehidupan masyarakat Indonesia. Tahun ini, kami sangat senang dapat meluncurkan LinkedIn Power Profiles di Indonesia,” kata Olivier Legrand, Managing Director, APAC, LinkedIn dalam keterangan yang diterima Okezone, Jumat (22/9/2017).

Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari delapan juta anggota LinkedIn. Jakarta merupakan salah satu dari lima wilayah yang paling terhubung di LinkedIn, menduduki peringkat yang sama dengan wilayah London, Amsterdam, dan San Francisco. (lnm).​

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini