Uber Tak Diizinkan Beroperasi di London, Ini Alasannya

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Jum'at 22 September 2017 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 22 207 1781169 uber-tak-diizinkan-beroperasi-di-london-ini-alasannya-Hbm7bmMxZp.jpg (Foto: The Verge)

JAKARTA - Layanan transportasi online, Uber, menghadapi larangan di ibu kota Inggris, London. Perusahaan asal Amerika Serikat itu tak akan lagi diizinkan untuk mengaspal karena beberapa alasan.

Menurut otoritas transportasi setempat, Transport for London (TfL), mereka mengklaim bahwa pendekatan dan penilaian Uber menunjukkan kurangnya tanggung jawab perusahaan yang berkaitan dengan potensi isu keamanan dan keselamatan masyarakat.

Sebagaimana diketahui, Uber telah mengaspal di kota London sejak lima tahun lalu. Layanan transportasi online itu datang bahkan sebelum kehadiran kompetitornya Lyft, Via, dan Juno.

Izin operasional Uber akan berakhir pada akhir September ini. Namun TfL enggan untuk memperpanjang izin karena menganggap adanya pendekatan Uber ke pelanggaran hukum, sertifikat kesehatan, pengungkapan dan pembatasan pemeriksaan dengan menggunakan software Greyball.

Dengan perangkat lunak tersebut TfL mengungkap bahwa Uber telah mempersulit pihak regulator mendapatkan akses dalam tugas penegakan hukum.

Uber dituduh menggunakan Greyball untuk menampilkan peta mobil palsu kepada pengguna yang dianggap sebagai regulator. Hal ini menyebabkan mereka tak mendapatkan tumpangan dan berpotensi melanggar hukum setempat.

Pihak perusahaan diberikan waktu selama 21 hari ke depan untuk melakukan banding. Uber masih diizinkan beroperasi di kota London sampai tuntutan banding tersebut selesai.

"3,5 juta orang di London yang menggunakan aplikasi kami, dan lebih dari 40.000 pengemudi berlisensi yang mengandalkan Uber untuk mencari nafkah, akan tercengang dengan keputusan ini," kata Tom Elvidge, General Manager Uber di London, dikutip dari The Verge, Jumat (22/9/2017).

Sementara itu, keputusan TfL sendiri mendapatkan dukungan dari Walikota setempat. Menurut pihak Walikota semua perusahaan harus mematuhi peraturan dan memperhatikan keamanan pelanggan.

"Semua perusahaan di London harus mematuhi peraturan dan mematuhi standar tinggi yang kami harapkan, terutama bila menyangkut keamanan pelanggan. Memberikan layanan inovatif tidak harus mengorbankan keamanan dan keamanan pelanggan," ungkap Walikota London, Sadiq Khan.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini