Peneliti Terkejut dengan Temuan Makam Kuno, Ternyata Ini Isinya..

Riani Angel Agustine, Jurnalis · Sabtu 23 September 2017 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 22 56 1781340 peneliti-terkejut-dengan-temuan-makam-kuno-ternyata-ini-isinya-bFfP1VuVD4.jpg (Foto: SWNS)

SAINT PETER PORT - Arkeolog yang menggali situs religius bersejarah telah menemukan makam serpihan Abad Pertengahan. Penemuan yang tidak biasa ini diperkirakan berasal dari abad ke-13 yang ditemukan setelah 3 minggu penggalian di Guernsey.

Dilansir dari Dailymail, Rabu (20/9/2017), tim arkeolog menemukan bukti kuburan dan menemukan tengkorak serta sisa-sisa kerangka lainnya. Namun, mereka dibuat bingung karena serpihan yang ditemukan tersebut bukan merupakan manusia biasa.

Para ahli menemukan kuburan tersebut karena adanya perubahan di tanah dan mereka dibuat bingung saat melepaskan kerangkanya yang merupakan ikan lumba-lumba remaja. Mereka tidak dapat memahami bagaimana ikan lumba-lumba yang biasa dimakan pada zaman Abad Pertengahan menerima proses penguburan.

Baca juga: Wow! Arkeolog Temukan Benda Bersejarah Berusia 3.500 Tahun

Penggalian itu telah berlangsung di Chapelle dom Hue dari Perelle, sebuah pulau di lepas pantai barat Guernsey. Dr Philip de Jersey, seorang rekan peneliti di Oxford University yang bekerja di Guernsey Museum dan Art Gallery mengatakan bahwa ia memperkirakan kerangka tersebut yang merupakan bahan organik pertama yang ditemukan di penggalian dan berasal dari abad ke-13 atau ke-14.

“Penemuan ini benar-benar membuatku bingung. Jika mereka memakannya atau membunuhnya untuk si pembunuh, mengapa repot-repot menguburnya?,” tambah Dr de jersey.

Ia juga mengatakan bahwa seolah-olah hewan tersebut telah dikubur dengan hati-hati, tidak seperti kerangka keledai yang mereka temukan, yang dibuang ke dalam sebuah lubang setelah mati.

Baca juga: Hii... Peneliti Temukan Makam Kuno Berusia 400 Tahun di China

Tidak diketahui signifikansi religius terhadap lumba-lumba lokal, meskipun mereka biasa memakannya selama periode tersebut. Berdasarkan strata tanah, hal tersebut berasal dari waktu yang sama dengan daerah penggalian lainnya dan sebelum dikuburkan di kemudian hari.

Kerangka tersebut terpelihara dengan baik meski tanahnya memiliki tinggkat PH 4,5. Saat ini, tulang-tulang tersebut telah diangkat dan akan dipelajari lebih lanjut oleh ahli kelautan untuk mengonfirmasi lebih rinci tentang jenis dan kelasnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini