Share

Techno of The Week: Duh! Aplikasi BBM Terancam Diblokir Gara-Gara Temuan Komik Mesum

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Minggu 24 September 2017 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 23 207 1781722 techno-of-the-week-duh-aplikasi-bbm-terancam-diblokir-gara-gara-temuan-komik-mesum-97LsjCGSbL.jpg (Foto: Play.google)

JAKARTA - Aplikasi BlackBerry Mesenger atau BBM pekan ini terancam diblokir karena temuan komik yang menampilkan adegan dewasa. Konten di dalam aplikasi itu pun mendapatkan sorotan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)

Sebagaimana diketahui BBM saat ini dimiliki oleh perusahaan asal Indonesia yakni PT Elang Mahkota Teknologi (EMTEK) setelah mengantongi lisensi dari BlackBerry pada 2016. Sehingga tanggungjawab atas konten di dalamnya kini dipegang oleh EMTEK.

"Ya, dalam hal ini kami surati pengelola platform BBM WebComics," ungkap Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan kepada Okezone melalui pesan singkat.

Sebelumya beredar screenshot berupa komik yang diduga mengandung muatan tak senonoh. Berdasarkan penelusuran, komik itu bisa diakses secara mudah tanpa adanya sistem filtrasi yang dapat membatasi usia pembacanya.

Komik yang dimuat dalam saluran WeComics di BBM diduga bermuatan pornografi termuat dalam kisah romansa.

Semuel mengatakan pengelola platform diberi waktu hingga 2x24 jam untuk menghapus konten tersebut dari layanannya. Jika tidak, ia mengancam akan memblokir BBM secara keseluruhan.

"Aturannya maksimal 2x24 jam harus sudah dihapus. Kalau masih belum, kita blokir keseluruhan," ujarnya.

Menurut Semuel, aturan itu juga diberlakukan ke semua platform digital seperti Facebook, YouTube, Twitter dan lainnya jika terdapat konten negatif di dalamnya.

Kominfo Blokir Ribuan Situs

Pada Agustus 2017 dilaporkan, Kominfo telah memblokir sekira 6.000 situs dan akun dengan konten negatif hingga Juli 2017.

Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, maraknya konten negatif juga terlihat dari banyaknya situs atau laman dan akun yang diblokir setiap harinya. “Dominasi banyak ke pornografi, hoax, ujaran kebencian, judi, penipuan, radikalisme,” ujarnya.

Setiap pemblokiran yang dilakukan, Kominfo juga wajib mempublikasikannya. Adapun identifikasi dilakukan dari adanya aduan atau laporan yang kemudian dikonsultasikan atau melalui siber patroli. “Total yang diblokir, bulan Juli kemarin 5.000, hampir 6.000 akun yang kami blokir,” katanya.

Konten dan akun negatif yang diblokir ini juga mengalami naik turun, tergantung momen dan isu yang berkembang di masyarakat, termasuk ketika pemilihan kepala daerah (pilkada).

“Ya, memang kalau kami lihat grafiknya memang, Januari itu tinggi, khusus untuk ujaran kebencian, fitnah dan hoax. Setelah itu turun, Februari, Maret, April turun. Mei tiba tiba muncul lagi, tidak tahu ada apa. Kemudian turun lagi. Kemarin itu kami lihat ada kenaikan juga. Jadi memang itu naik turun sesuai isunya,” jelas Semuel.

Sebelumnya, Kominfo mengumumkan terkait pelaporan atau pengaduan konten negatif kepada masyarakat. Dengan resminya sistem ticketing pengaduan konten negatif, masyarakat diminta untuk selalu melaporkan jika menemukan konten ekstremisme, ujaran kebencian serta radikalisme.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkapkan bahwa masyarakat juga dapat melaporkan konten negatif melalui aplikasi perpesanan WhatsApp di nomor 08119224545.

Caranya, masyarakat hanya perlu mengirimkan screenshoot atau link dari sumber yang menunjukkan konten negatif. Hal ini diperlukan sebagai bentuk bukti aduan. Identitas pengirim pun akan dirahasiakan.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini