Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Duh! Badai Dahsyat Hantam Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Riani Angel Agustine, Jurnalis · Sabtu 23 September 2017 00:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 23 56 1781347 duh-badai-dahsyat-hantam-teleskop-radio-terbesar-di-dunia-r2pab2xE6e.jpg (Foto: Shutterstock)

PUERTO RICO - Badai Maria yang menghantam Puerto Riko dengan kekuatan dahsyat berhasil membuat jutaan warga dan para ilmuwan di Observatorium Arecibo yang bersejarah panik. Juru bicara National Science Foundation yang memiliki teleskop radio besar di observatorium tersebut mengatakan bahwa semua staf aman.

Dilansir dari Sciencealert, Jumat (22/9/2017), monitor yang ada di observatorium mencatat kecepatan angin mencapai 144 km per jam dan membuat beberapa pohon tumbang. Observatorium di kota barat laut Arecibo merupakan teleskop radio terbesar kedua di dunia setelah yang ada di China.

Menurut National Science Foundation, yang memiliki Arecibo, observatorium dilengkapi dengan generator dan sumur untuk air. Staf di lokasi memiliki cukup bahan bakar dan makanan untuk bertahan seminggu.

Mata badai melewati Arecibo pada Rabu siang. Menurut National Hurricane Center, sebuah stasiun cuaca dekat Arecibo mencatat hembusan angin 108 mph. Di seluruh pulau, angin kencang dan hujan lebat menembaki menara sel, merobek atap dari bangunan dan mengubah jalan ke sungai.

Piring utama setinggi 1.000 kaki yang dibangun di dalam lubang pembuangan di pegunungan telah digunakan untuk menemukan exoplanet pertama dan mendeteksi molekul organik di galaksi jutaan tahun cahaya. Di sinilah astronom fiksi Elie Arroway memulai karirnya dalam film “Contact” dan di mana ilmuwan sejati Frank Drak, Jill Tarter dan Carl Sagan ilmuwan lainnya meluncurkan usaha untuk mendeteksi kehidupan di luar Bumi.

SRI Internationa yang membantu mengelola teleskop besar tersebut mengatakan pada kamis malam mereka dapat melakukan komunikasi dengan tim kecil di observatorium Arecibo. SRI Internasional merupakan lembaga penelitian nirlaba Amerika yang berkantor pusat di Menlo Park, California.

Ilmuwan planar Ed Rivera Valentin mengatakan bahwa ia dan beberapa orang lainnya akan dihantam badai di Arecibo. Pada selasa malam, ia mem-posting data cuaca di Twitter yang ia ambil dari platform observatorium.

Sedangkan astronom radio Robert Minchin berbagi foto orang-orang yang sedang meletakkan kayu dan logam di atas jendela ruang kontrol untuk menjadi keamanan observatorium dari hantaman badai. Pada Selasa, kamera yang berada di dalam Stasiun Luar Angkasa Internasional menangkap video dramatis Badai Maria saat ia berputar ke arah Puerto Riko.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini