Tingkatkan Kecepatan Internet, Microsoft dan Facebook Tanam Kabel Laut 6.600 Km

Tachta Citra Elfira, Jurnalis · Minggu 24 September 2017, 17:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 24 207 1782068 tingkatkan-kecepatan-internet-microsoft-dan-facebook-tanam-kabel-laut-6-600-km-CPutqdttHq.jpg Ilustrasi Foto: AFP

JAKARTA – Untuk memenuhi permintaan penyimpanan cloud yang meningkat diperlukan kapasitas yang begitu besar dan dapat menghubungkan satu negara ke negara lainnya.

Kini, kabel bawah laut yang menghubungkan Amerika Utara dengan daratan Eropa telah selesai demi memenuhi permintaan tersebut.

Kabel transatlantik sepanjang 6.600 km (4.000 mil) yang dijuluki Marea, berada di lebih dari 17.000 kaki di bawah Atlantik dan membentang dari Virginia Beach hingga Bilbao di pantai utara Spanyol.

Baca Juga:  Luar Biasa! Sepatu Bot Astronot di Masa Depan Bisa Deteksi Bahaya di Luar Angkasa

Proyek ini diumumkan pada Mei lalu, meskipun pekerjaan tidak dimulai sampai sekira Agustus, dengan rencana penyelesaian di Oktober tahun lalu.

Proyek Marea ini merupakan hasil kolaborasi antara Facebook, Microsoft dan Telxius, yakni anak perusahaan infrastruktur telekomunikasi dari Telefónica.

Kepentingan Microsoft dan Facebook bekerjasama dalam meningkatkan kecepatan internet global, yang seharusnya mengejutkan karena mereka mengandalkan transfer data berkecepatan tinggi untuk layanan masing-masing.

Baca Yuk:  Techno Trick: Yuk Simak! Nih Cara Mudah agar Akun Twitter Anda Terverifikasi

“Marea berupaya meningkatkan infrastruktur internet global untuk memenuhi permintaan layanan internet dan cloud dengan cepat di dunia yang semakin terhubung,” ujar Suresh Kumar, wakil presiden perusahaan infrastruktur dan operasi cloud Microsoft.

Marea merupakan bahasa Spanyol yang artinya “pasang surut”. Proyek ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian kolaborasi yang melibatkan perusahaan teknologi AS utama dan infrastruktur kabel bawah laut.

Kembali pada 2015, Microsoft telah mengumumkan sejumlah kemitraan untuk menghubungkan pusat data globalnya dengan kabel serat optik bawah laut, yang sebagiannya terlibat dalam sebuah konsorsium dengan China Mobile, China Telecom, China Unicom, Chunghwa Telecom, dan KT Corporation untuk menghubungkan Microsoft dengan China.

Baca Juga: Mark Zuckerberg Lepas Saham Facebook Senilai Rp169 Triliun, untuk Apa?

Di tempat lain, Google juga Facebook tahun lalu bermitra dengan proyek kabel bawah laut antara Los Angeles dan Hong Kong, sementara kabel internet transparantional yang didukung Google dari Jepang ke Oregon dibuka untuk bisnis.

Awal tahun ini, Google mengungkapkan bahwa pihaknya juga mendukung Indigo, yakni kabel bawah laut baru antara Asia dan Australia. Begitupun dengan pesaing sistem komputasi awan, Amazon.

Amazon telah membuat investasi kabel bawah laut utama yang pertama pada tahun lalu, yakni Hawaiki transpacific yang harus meningkatkan latency untuk Amazon Web Services (AWS) pengguna di Australia dan New Zealand.

Meskipun kabel tersebut harus membawa kecepatan yang lebih besar untuk terkoneksi antara Amerika Utara dan Eropa, namun kabel itu juga memungkinkan memiliki efek knock-on untuk Asia dan Afrika yang terhubung melalui daratan yang sama. Demikian dinukil dari Digital Trends, Minggu (24/9/2017).

Baca Yuk: Unik! Drone di AS Bisa Bantu Klaim Asuransi Rumah Lho

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini