Canggih! Kacamata Ini Bisa Operasikan Smartphone Hanya dari Gerakan Hidung Pengguna

Lely Maulida, Jurnalis · Senin 25 September 2017 08:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 24 207 1782112 canggih-kacamata-ini-bisa-operasikan-smartphone-hanya-dari-gerakan-hidung-pengguna-Pgn1vEBb18.jpg Ilustrasi Foto: The Verge

JAKARTA - Mengoperasikan smartphone atau smartwatch saat tengah berbincang dengan seseorang atau sekelompok orang tentu membat mereka merasa tak nyaman. Mereka seolah diacuhkan karena saat mengobrol pengguna smartphone atau smartwatch hanya berfokus pada gadget mereka. 

Mengatasi masalah tersebut, sekelompok peneliti mengembangkan solusi yang memungkinkan seseorang untuk mengandalikan gadget mereka tanpa menyentuhnya. Peneliti mengembangkan prototipe kacamata pintar yang memungkinkan pengguna mengendalikan smartphone-nya hanya dengan menggosokan hidung.

Dengan kacamata ini Anda dapat menolak telefon, menjeda video, atau men-skip lagu, hanya dengan menggosok perlahan hidung Anda. Sayangnya, untuk saat ini perngkat tersebut belum tersedia di pasaran. 

Kacamata itu dirancang sebagai percobaan oleh para peneliti dari KAIST University Korea Selatan, Keio University di Jepang, University of St. Andrews di Skotlandia, dan Georgia Tech di Amerika Serikat (AS). Mereka mencoba untuk menciptakan cara untuk mengandalikan gadget tanpa memalingkan perhatian pemiliknya dari orang-orang saat ia berada didepan umum.

Kacamata pintar ini bekerja berkat trio of electrooculography (EOG) yang tertanam di bingkai atau frame kacamata tepat diatas hidung pengguna, yang mengukur potensi listrik dari tubuh pengguna di sekitar frame itu. Jenis sensor ini biasanya diunakan untuk merekam aktivitas mata bagi dokter, namun rupanya sensor ini juga bisa digunakan dalam industri film sebagai metode untuk menciptakan kembali gerakan mata yang realistis

Alih-alih merekam aktivitas mata, sensor ini dilatih oleh peneliti pada hidung seseorang. Jika pengguna menyentuhnya denga cara yang berbeds, ia mengubah potensi listrik organ yang terkait. Namun para periset mengidentifikasi tanda dari setiap gerakan tangan secara spesifik. Hal ini termasuk menjentikka dan mendorong hidung ke satu sisi atau sisi lainnya, dan menggosok hidung bagian bawah.

Dijelaskan Juyoung Lee, penulis utama studi ini, sistem yang disebut ItchyNose itu dapat digunakan untuk meminimalkan kecanggungan sosial pengguna gadget saat menggunakan perangkatnya. Pengguna akan mampu mnengontrol perangkatnya hanya dalam pengaturan yang ada dihadapan mereka.

Jauh sebelum kacamata pintar ini dikembangkan, Google Glass telah muncul dan mampu mengendalikan gadget dengan sederhana, menggunakan gesekan di sisi frame-nya sebagai perintah. 

"Jika teks penting masuk saat rapat bisnis, pengguna dapat memeriksanya atau mengabaikannya dengan cepat tanpa menimbulkan interaksi yang tidak semestinya," kata Lee kepada The Verge

"Begitu pula jika memiliki daftar nama dan wajah untuk mengingatkanya tentang siapa yang hadir dalam rapat tersebut, ia bisa menelusur daftar hingga ia menemukan nama yang ia lupakan. Interaksi cepat ini dapat sangat berguna, namun cukup sulit untuk menarik perhatian pengguna," terangnya.

Meski terbilang canggih, ada beberapa keterbatasan yang dimiliki sistem ItchyNose. Yakni fakta bahwa gerakan terkadang tidak sesuai untuk kontrol yang tepat. Pengguna harus terus berupaya agar kaca mata pintar itu beroperasi.

Peneliti Hui-Shyong Yeo mengatakan tantangan yang dihadapi tim saat ini adalah membuat sistem membedakan antara gosokkan hidung yang sengaja dengan tidak disengaja.

"Gerakan tertentu seperti menggosok sangat berbeda dan hampir tidak ada pemicu yang salah. Gerakan lainnya seperti mem-push, memiliki kesalahan yang lebih dalam setiap jamnya," katanya.

"Ada trade-off antara seberapa harus pengguna konsisten dengan gerakan kontrol dan seberapa banyak pemicu tiruan yang akan dimiliki sistem," imbuhnya.

Dikatakan Yeo, jawabannya untuk masalah itu adalah dengan melatih sistem untuk menyesuaikan diri dengan tingkah laku individu masing-masing. Demikian seperti dilansir The Verge, Senin (25/9/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini