Letusan Gunung Agung Berdampak di Surabaya? Ini Kata BMKG

Lely Maulida, Jurnalis · Senin 25 September 2017 16:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 25 207 1782598 letusan-gunung-agung-berdampak-di-surabaya-ini-kata-bmkg-24HgVg9cGp.jpg (Foto: Okezone)

JAKARTA – Beragam informasi terkait ancaman bencana kerap membuat masyarakat panik. Hal itulah yang dirasakan oleh masyarakat Surabaya. Pasalnya, sebuah pesan berantai di berbagai media sosial menyebutkan bahwa letusan Gunung Agung di Bali akan berdampak di Surabaya.

Tak tanggung-tanggung, pesan itu juga mengatasnamakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Surabaya. Alhasil kemungkinan banyak masyarakat yang percaya akan informasi tersebut.

Meski begitu, dalam keterangan resminya, BMKG Juanda Surabaya menyatakan bahwa informasi yang beredar tersebut bukan dirilis olehnya.

“BMKG Juanda tidak pernah mengeluarkan informasi tentang waktu dan besarnya letusan Gunung Agung di Bali serta gunung api lainnya, karena hal tersebut bukan tugas dan kewenangan dan tugas BMKG Juanda Surabaya,” kata Agus Wahyu Raharjo, Kepala Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya, dalam keterangan resminya yang diterima Okezone, Senin (25/9/2017).

Tak hanya itu, BMKG Juanda Surabaya juga menyatakan bahwa tugasnya ialah memeberikan informasi terkait sebaran abu vulkanik yang berhubungan dengan keselamatan penerbangan di Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Berbagai informasi memang kerap beredar begitu cepat. Masyarakat dengan mudahnya percaya karena terlanjur panik dan hendak mempersiapkan diri. Oleh karenanya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Nugroho mengimbau masyarakat sekitar Gunung Agung tetap tenang dan tidak begitu saja percaya dengan media social beredar foto,video dan pemberitahuan yang menyesatkan.

"Mohon jangan ikut-ikutan menyebarluaskan ke media sosial atau group whatsapp sehingga menimbulkan kepanikan dan keresahan masyarakat," kata Sutopo dalam siaran persnya, di Klungkung, Bali.

Gungung Agung yang berlokasi di Bali memang tengah menunjukkan aktivitasnya yang meningkat. Indikasi ke arah letusan bahkan terlihat semakin menguat, seperti dijelaskan Kasbani, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Senin (25/9/2017).

Pengungsi Gunung Agung sendiri tercatat terus meningkat. Hingga Minggu, 24 September pengungsi telah mencapai lebih dari 43.000 jiwa yang terbagi dalam beberapa wilayah. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini