TOP TECHNO: Sirkuit Apple-1 & Tanda Tangan Steve Jobs Dilelang Rp9,3 Miliar hingga Indonesia Bentuk Konsorsium Riset Samudera

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Selasa 26 September 2017 07:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 26 207 1782910 top-techno-sirkuit-apple-1-tanda-tangan-steve-jobs-dilelang-rp9-3-miliar-hingga-indonesia-bentuk-konsorsium-riset-samudera-og7jImqRPo.jpg (Foto: Christies.com-computterworld.com)

JAKARTA - Beberapa artikel Techno Okezone memiliki jumlah pembaca yang cukup besar. Artikel terpopuler itu mulai dari sirkuit Apple-1 dan tanda tangan Steve Jobs yang dilelang Rp9,3 miliar hingga Indonesia akan membentuk konsorsium riset samudra.

Wow! Sirkuit Apple-1 & Tanda Tangan Steve Jobs Dilelang dengan Mahar Rp9,3 Miliar

Rumah lelang RR Auction melego produk perdana dari Apple dan hal yang berunsur memorabilia Steve Jobs. Tidak tanggung-tanggung, circuit board Apple-1 keluaran perdana Apple dibuka seharga USD700.000 atau sekira Rp9,3 miliar.

Dilansir dari laman Phone Arena, lelang ini akan berakhir pada 26 September. Dan untuk circuit board Apple-1 penawaran tertinggi berada di angka USD155.000 atau sekira Rp2,1 miliar.

Baca selengkapnya

Mantap! Industri Digital Indonesia Unjuk Gigi di Ajang ITU Telecom World 2017

 

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menunjukkan keberhasilan industri digital dalam 'Indonesia Pavilion'. Kominfo turut serta dalam perhelatan global yakni ITU Telecom World 2017 yang diselenggarakan di Korea Selatan.

ITU Telecom World merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh International Telecommunication Union (ITU) sebagai suatu platform global percepatan inovasi-inovasi bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Baca selengkapnya

 

Wih.. Indonesia Akan Bentuk Konsorsium Riset Samudera, untuk Apa?

Indonesia akan memiliki konsorsium Riset Samudera yang terdiri dari 11 lembaga pemerintah dan perguruan tinggi. Konsorsium ini dibentuk agar penelitian di Tanah Air dapat terlaksana secara efektif dan efisien.

"Konsorsium Riset Samudera rencananya diluncurkan Selasa (26/9) di Jakarta, dihadiri oleh sejumlah penggeraknya," kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian dan Pakar Pencemaran Laut, Zainal Arifin.

Baca selengkapnya

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini