WhatsApp Diblokir di China Tandai Kegagalan Mark Zuckerberg, Benarkah?

Lely Maulida, Jurnalis · Selasa 26 September 2017, 16:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 26 207 1783322 whatsapp-diblokir-di-china-tandai-kegagalan-mark-zuckerberg-benarkah-2DEjBAvcNd.jpg (Foto: Reuters)

BEIJING – China secara resmi telah memblokir WhatsApp di negaranya. Ini merupakan langkah pemerintah untuk meningkatkan pengawasan menjelang pertemuan besar Partai Komunis bulan depan.

Diblokirnya WhatsApp di China menjadi kemunduran raksasa media sosial Facebook. Pasalnya, Mark Zuckerberg sebagai CEO telah melakukan berbagai upaya merayu pemerintah China untuk mengizinkannya berekspansi ke negara tirai bambu tersebut.

Diketahui, Zuckerberg sering bertandang ke China melakukan pertemuan dengan pemerintah. Secara intensif, Zuckerberg juga mempelajari bahasa Mandarin agar mengerti budaya dan konsumen di China.

Bukan tanpa hasil, upaya Zuckerberg mendapat sambutan baik dari masyarakat China yang merasa kebebasan berekspresi mereka dibatasi. Apa boleh buat, pemerintah China amat mengedepankan keamanan negara dan tak ingin kepentingannya diketahui pihak lain.

Zuckerberg untuk kesekian kalinya harus merelakan keputusan pemerintah China yang telah memblokir WhatsApp di negaranya.

WhatsApp sendiri sebelumnya merupakan unit bisnis Facebook terakhir yang masih tersedia di China. Juli lalu, pemerintah China memblokir layanan telefon, video serta pengiriman file melalui WhatsApp, namun pengguna masih bisa menggunakan layanan pesan teks saja. Namun akhirnya semua layanan tersebut bisa kembali digunakan beberapa minggu setelahnya.

Kini dilaporkan oleh orang-orang China, aplikasi milik Zuckerberg itu terganggu dan tak dapat diakses sejak Minggu malam, 24 September. Namun pada saat itu beberapa pengguna daratan China masih bisa mengaksesnya. Sayangnya WhatsApp enggan memberikan komentar terkait gangguan tersebut.

Tak hanya WhatsApp, Facebook sebagai perusahaan utama Zuckerberg telah diblokir sejak tahun 2009. Sementara itu aplikasi berbagi gambar – Instagram bahkan telah lama tak tersedia di China.

Langkah pemblokiran ini turut menandai kegagalan Zuckerberg melenggang di China meski serangkaian upaya telah dilakukannya. Tak hanya bagi Zickerberg, China juga menjadi pasar yang memikat berbagai aplikasi termasuk Twitter, yang juga tak diizinkan beroperasi di China.

Terbilang wajar China menjadi salah satu bidikan berbagai perusahaan, pasalnya pengguna internet di negara itu mencapai jumlah terbesar pengguna internet di dunia, yakni 668 juta pada tahun 2015. Demikian seperti dilansir Guardian, Selasa (26/9/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini