Soal OTT Asing, Menkominfo: Penyedia Konten Harus Lakukan Self-Filtering

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Selasa 26 September 2017, 18:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 26 207 1783444 soal-ott-asing-menkominfo-penyedia-konten-harus-lakukan-self-filtering-JsN9ew0HTA.jpg (Foto: Kominfo)

BUSAN - Ministers Roundtable berlangsung siang hari ini Selasa (26/9) dengan tema “Transforming the ICT Sector “ yang dimoderatori oleh Mr. Catalin Marinescu, Head of Corporate Strategy Division pada ITU.

Acara Ministers Roundtable dibuka oleh Mr. Houlin Zhou, Sekjen ITU yang dalam pembukaan menyampaikan bahwa ICT harus membuat efisien, membuat lebih produktif dan lain sebagainya. Namun dalam rangka ICT juga maka perlu mendorong universal access di mana ini saatnya ITU ingin mendapat pandangan dari para Menteri dan Leaders.

Melalui keterangan resmi yang diterima Okezone, Selasa (26/9/2017), Mr. Houlin Zhou tegaskan bahwa ICT telah mencapai kemajuan yang signifikan di mana tantangan nyatanya masih tetap pada infrastruktur. Hal ini yang disampaikan juga oleh para Direktur Jenderal berbagai organisasi di bawah PBB.

Investasi menjadi kunci tantangan di mana saat ini kalau ke Bank maka mereka tidak ada dana sehingga PPP (Public Private Partnership) menjadi penting. Juga saat ini inklusi adalah sangat esensial untuk membawa lebih banyak orang ke dalamnya.

Selaku moderator, Mr. Marinescu menyampaikan kepada Menteri Kominfo bahwa Indonesia telah memiliki banyak bukti, dalam perkembangannya saat ini di Indonesia ada center of excellent yang didirikan oleh Apple dan juga oleh Google.

Kemudian Menteri Kominfo Rudiantara menjelaskan berbagai hal berkenaan dengan strategi dalam penanganan transformasi ICT. Rudiantara sampaikan bahwa Presiden RI telah menerbitkan roadmap e-commerce, kini saatnya Indonesia mendorong Over The Top (OTT), menangani tantangan logistik, isu cyber security, isu perpajakan dan penanganan konten yang menyebar melalui layanan OTT.

“Biaya logistik di Indonesia mencapai 20% dari Produk Domestik Bruto, ini tantangan yang harus ditangani untuk semakin diturunkan. Kemudian isu taxation bagaimana hal ini bisa juga ditangani sementara proses transformasi ICT termasuk OTT dan layanan aplikasi telah berjalan dengan cepatnya. Di sektor ICT, Pemerintah telah memberikan target agar tumbuh double digit. Hal-hal tersebut yang terus menjadi fokus penanganan dengan tetap mengedepankan proses transformasi harus berjalan dengan cepat," kata Rudiantara.

Lebih lanjut ia mengatakan, Kominfo berkomitmen untuk bagaimana seluruh wilayah Indonesia terhubung dengan jaringan broadband. Indonesia sebagai archipelagic country merupakan tantangan tersendiri bagaimana itu harus dapat terwujud sebagai tanggung jawab kewajiban pelayanan universal (USO).

"Kementerian Kominfo telah membuat transformasi proses bisnis USO di mana terdapat unit kementerian yang khusus menjalan program USO,” ujar Rudiantara.

Indonesia juga menghadapi tantangan bagaimana melakukan pengaturan OTT namun tetap juga mendorong kemajuan OTT. Rudiantara menegaskan, “Akhir tahun ini Indonesia berharap memiliki regulasi terkait OTT. Penyelenggara OTT harus memenuhi compliance terhadap regulasi, antara lain dengan penyediaan customer service, terkait aspek right and obligation, dan isu fiskal atau perpajakan”.

Berkenaan dengan penanganan konten, Rudiantara menyampaikan bahwa Indonesia memiliki tingkat literasi yang berbeda dengan negara maju lainnya. “Maka penyedia konten juga OTT harus melakukan self-filtering untuk menjaga dari konten negatif. Hal ini harus menjadi bagian dari tanggung jawab penyedia konten dan OTT dalam melakukan bisnis dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apabila tidak menjalankan bagaimana pelayanan masyarakat dapat terjadi,” tegas Rudiantara.

Selepas acara roundtable, Menteri Kominfo Rudiantara rupanya mendapat banyak perhatian dari para menteri dan leaders yang ingin mendapatkan masukan bagaimana Indonesia dapat menerapkan penanganan konten secara baik. Intinya Rudiantara menegaskan bahwa semua itu adalah bagian dari bisnis proses, yang di dalamnya ada tanggung jawab dan juga adanya perlakuan yang sama dengan penyedia konten dari manapun.

Pembicara Pada Ministers Roundtable ini meliputi :

1. Rudiantara, Menteri, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Indonesia

2. Elmir Tofig Oglu Velizadeh, Wakil Menteri, Kementerian Transportasi, komunikasi dan Teknologi Tinggi, Azerbaijan

3. Sergei Popkov, Menteri, Kementerian Komunikasi dan Informatisasi, Belarus

4. Minette Libom Li Likeng, Menteri, Kementerian Pos dan Telekomunikasi, Kamerun

5. Jailani Bin Johari, Wakil Menteri, Kementerian Komunikasi dan Multimedia, Malaysia

6. Monchito Ibrahim, Sekretaris Jenderal, Departemen Informasi dan Teknologi

Komunikasi (DICT), Filipina.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini