Salut! Demi Izin di London, CEO Uber Akui Kesalahan dan Meminta Maaf

Lely Maulida, Jurnalis · Selasa 26 September 2017, 20:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 26 207 1783482 salut-demi-izin-di-london-ceo-uber-akui-kesalahan-dan-meminta-maaf-4H2LRxwKnx.jpg Uber Taxi

CALIFORNIA - Izin operasional Uber yang akan berakhir di London rupanya ditanggapi legawa oleh Chief Executive Officer Dara Khosrowshahi. Hal ini berbenading terbalik dengan sikap yang ditunjukkan pendiri perusahaan, Travish Kalanick.

Menanggapi keputusan otoritas London untuk mencabut izin perusahaan, Khosrowshahi mengaku bahwa Uber bermain terlalu gigih dan lalai dengan aturan, sebagai upayanya dalam meningkatkan industri transportasi global. Oleh karenanya, Khosrowshahi menyampaikan permintaan maafnya.

“Saya mohon maaf atas kesalahan yang telah kami lakukan,” katanya dalam surat terbuka.

“Kami berkomitmen akan bekerja dengan London untuk memperbaiki keadaan dan menjaga agar kota besar ini bergerak dengan aman,” imbuhnya.

Meski begitu, pihak Uber tetap berupaya untuk mengembalikan izin operasionalnya di ibukota Inggris tersebut. Uber mengatakan akan mengajukan banding atas keputusan regulator dan membawanya ke pengadilan.

Perusahaan juga telah memulai petisi online yang kini telah ditandatangani oleh lebih dari 750.000 orang. Hasil utama pencarian dengan kata kunci “Uber London” bahkan merupakan iklan yang merujuk ke petisi tersebut.

Walikota London, Sadiq Khan menyambut baik permintaan maaf dari CEO Uber.

“Jelas saya senang dia telah mengakui masalah yang dihadapi Uber di London. Meskipun ada proses hukum yang berlangsung, saya meminta TfL untuk menyempatkan diri bertemu dengannya,” kata Khan.

Traportation for London (TfL) sendiri merupakan regulator yang mengatur kereta bawah tanah kota, bus, dan taksi.

Uber sebelumnya telah membantah temuan regulator, namun mengatakan pihaknya terbuka untuk membuat konsesi. London mengkritik perusahaan karena kegagalannya melakukan pemeriksaan terhadap para driver, serta penggunaan program “Greyball” yang dimanfaatkan untuk menghindari regulator.

Uber juga menghadapi ujian hukum lain di London pekan ini. Pengadilan ketenagakerjaan mengharuskan Uber memperlakukan pekerja sebagai pegawai bukan kontraktor. Sebuah keputusan yang dapat menyebabkan perusahaan lebih banyak menggelontorkan uang dan memberikan keuntungan bagi para driver di Inggris. Di Prancis, Uber juga tengah menghadapi sebuah kasus hukum terkait praktik bisnis yang ilegal.

"Sementara Uber telah merevolusi cara orang beraktivitas di kota-kota di seluruh dunia, sama benarnya bahwa kita salah dalam hal ini," kata Khosrowshahi dalam pernyataan itu.

"Kami tidak akan sempurna, tapi kami akan mendengarkan Anda. Kami akan mencari mitra jangka panjang dengan kota-kota yang kami layani dan kami akan menjalankan bisnis kami dengan kerendahan hati, integritas dan semangat," katanya.

Meski hanya sebuah pernyataan yang ditujukan untuk memenangkan izin di London, Khosrowshahi telah berupaya dengan lembut meluluhkan hati regulator London dan menangani rentetan kasus hukum yang melanda Uber. Demikian seperti dilansir Bloomber, Selasa (26/9/2017). (lnm)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini