Mengerikan! Begini Rupanya Cara Lalat Menghisap Darah Manusia dan Hewan

Riani Angel Agustine, Jurnalis · Rabu 27 September 2017 01:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 26 56 1783599 mengerikan-begini-rupanya-cara-lalat-menghisap-darah-manusia-dan-hewan-6CxHE30SkZ.jpg (Foto: University of Bristol)

LONDON - Lalat tsetse Afrika merupakan lalat yang menghisap darah dan dapat menularkan penyakit pada manusia dan hewan. Kini, para peneliti telah menemukan dengan tepat bagaimana lalat tsetse mengisap darah manusia.

Dilansir dari Dailymail, lalat tsetse memiliki gigi yang tajam dan kasar yang digunakan untuk mengunyah kulit saat menggigit. Dengan menggunakan gigi tersebut, mereka juga merobek kapiler darah halus pada kulit sehingga mereka dapat mengisap darah.

Peneliti di University of Bristol telah melihat sekilas mulut dan gigi lalat tsetse Afrika sebagai bagian dari kerja berkelanjutan pada penyakit hewan yang dibawanya. Lalat membawa penyakit tidur manusia yang menyebabkan demam, sakit kepala, dan kebingungan.

Sedangkan penyakit hewan yang dibawa adalah penyakit hewan nagana, yang menyebabkan demam, kelelahan, dan penurunan berat badan. Penyakit tidur atau sleeping sickness (human African trypanosomiasis) terjadi di 36 negara sub-Sahara Afrika di mana terdapat lalat tsetse.

Orang yang terpapar lalat tsetse biasanya hidup di pedesaan dan hidupnya bergantung pada pertanian, perikanan, peternakan, atau perburuan. Dalam sebuah studi terbaru, para peneliti menggunakan mikroskop elektron pemindai bertenaga tinggi terbaru di University of Life Science Building untuk melihat secara detail lalat tsetse.

Para peneliti mengamati dengan sangat rinci barisan gigi tajam dan kasar yang digunakan lalat tersebut untuk menembus kulit. Untuk menghentikan pembekuan darah, lalat menggunakan air liurnya yang terdapat dalam tabung sempit dan disemprotkannya dari belalainya yang mengandung anti koagulan ke dalam luka.

Para peneliti terkejut saat mengetahui bahwa ujung tabung tersebut dihiasi dengan struktur seperti jari yang rumit dengan penghisap. β€œIni adalah temuan yang tidak terduga, kami belum tahu dengan jelas bagaimana struktur hiasan tersebut. Dan tidak heran jika tergigit lalat tsetse akan terasa sangat sakit,” ungkap Dr Wendy Gibson, profesor dari School of Biological Sciences, pemimpin penelitian.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini