Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wow! Misteri Jatuhnya Pesawat Luar Angkasa Smart-1 Teridentifikasi Setelah 11 Tahun

Riani Angel Agustine, Jurnalis · Rabu 27 September 2017 04:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 26 56 1783612 wow-misteri-jatuhnya-pesawat-luar-angkasa-smart-1-teridentifikasi-setelah-11-tahun-WXj9059cZ6.jpg (Foto: NASA)

PARIS - Pada 2006, European Space Agency yang meluncurkan misi lunar pertamanya dengan nama Smart-1 jatuh akibat kehabisan bahan bakar. Akhirnya, setelah 11 tahun menjadi misteri, ilmuwan mengidentifikasi tempat peristirahatan terakhir Smart-1.

Dilansir dari Dailymail, Selasa (26/9/2017), para ilmuwan menggunakan teknik yang mereka sebut ‘Crash Scence Investigation'. Para peneliti sekarang berharap dapat mengirim penyelidik robot untuk memeriksa sisa-sisa pesawat ruang angkasa tersebut.

Pada 2006, Smart-1 diluncurkan dan dalam kendali saat bertabrakan dengan permukaan Bulan. Tetapi sementara ledakan cahaya disimulasikan pada saat di sisi gelap yang berbatasan antara siang dan malam di Bulan, lokasi yang tepat belum diidentifikasi sampai sekarang.

Peneliti dari European Space Agency telah mempresentasikan temuannya pada 25 September di European Planerary Science Congress di Riga. Profesor Bernard Foing, salah satu ilmuwan yang membantu mengidentifikasi lokasi kecelakaan tersebut mengatakan bahwa Smart-1 melakukan pendaratan dan memantul berjarak 2 kilometer per detik di permukaan Bulan.

Lokasi kecelakaan Smart-1 ditemukan pada koordinat 34.262 derajat selatan dan 46.193 derajat barat. Para peneliti menemukan lokasi tersebut menggunakan gambar dari Nasa Lunar Reconnaissance Orbiter, yang menunjukkan embusan linier di permukaan Bulan.

“Kita bisa melihat 3 arus sempalan tapi berbeda dari dampaknya. Sekira 40 meter dan dipisahkan oleh sudut 20 derajat,” ungkap Profesor Foing. Profesor Mark Burchell, yang melakukan percobaan dampak laboratorium dan menyimulasikan kondisi dampak penggembalaan Smart-1.

Ia menambahkan, sangat menarik untuk melihat untuk pertama kalinya bekas luka sebenarnya dari dampak Smart-1, dan membandingkannya dengan model dan simulasi laboratorium.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini