Menyeramkan! Arkeolog Temukan Guci Berisi Tulang Katak Tanpa Kepala

Riani Angel Agustine, Jurnalis · Kamis 28 September 2017 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 27 56 1784384 menyeramkan-arkeolog-temukan-guci-berisi-tulang-katak-tanpa-kepala-ODbEZmCGJP.jpg (Foto: CEN)

YERUSALEM - Sebuah makam zaman perunggu yang diselidiki oleh para arkeolog menemukan sebuah guci berisikan katak tanpa kepala. Guci yang berisikan katak tersebut konon dianggap sebagai camilan bagi penghuni kuburan.

Dilansir dari Dailymail, Rabu (27/9/2017), penemuan tersebut ditemukan di sebuah makam berusia 4.000 tahun di kota Yerusalem, Israel. Para peneliti mengatakan tempat pemakaman Kanaan menawarkan wawasan tentang praktik pemakaman Era Perunggu Menengah.

Arkeolog dari Otoritas Barang Antik Israel menggali area di dekat Kebun Binatang Alkitabiah Yerusalem ketika mereka menemukan benda yang tidak biasa tersebut. Katak atau kodok dianggap sebagai bagian normal dari makanan manusia, tapi penemuan itu sendiri jarang terjadi.

Kepala hewan tersebut dipenggal dan diyakini untuk menyingkirkan racun yang ada pada katak. “Sepengetahuan saya, satu-satunya tempat di Israel yang terdapat kodok ada di Wadi Ara, dan sampai pada Zaman Perunggu Akhir. Kami mengerti bahwa ini adalah bagian dari makanan yang dikonsumsi saat masih hidup,” ungkap Kepala penggalian Shua Kisilevitz.

Makam itu sendiri ditemukan secara kebetulan pada 2014 selama proyek konstruksi di lingkungan Manahat di Yerusalem. Makam tersebut merupakan 1 dari 67 makam poros buatan manusia di sebuah pemakaman yang terletak di antara kebun binatang dan pusat perbelanjaan.

Pintu masuk makam tersebut ditutupi oleh batu yang besar, dan ketika masuk para arkeolog menemukan kerangka manusia yang tidak terpelihara sedang terbaring dalam kondisi yang tak berbalut busana. Di sekeliling mayat tersebut, terdapat mangkuk keramik dan guci yang digunakan untuk menanggali penguburan.

Di dalam 1 guci, terdapat tulang kecil dari 9 katak yang kepalanya telah terpenggal. Selain guci, bejana utuh juga ditemukan dalam penggalian tersebut.

Serbuk sari dari pohon kurma dan semak muram yang bukan merupakan tumbuhan asli dari Yerusalem juga merupakan temuan lainnya. Berkat sebuah teknologi terbaru, mereka dapat menganalisis temuan tersebut dan temuan tersebut menunjukkan bahwa mereka merupakan bagian dari sebuah ritual.

“Bagi seorang arkeolog, menemukan makam yang sengaja disegel di zaman purbakala adalah harta tak ternilai harganya, karena ini adalah kapsul waktu yang memungkinkan kita untuk menemukan benda-benda kuno seperti ini,” tambah Kisilevits.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini