Lucunya! Ini Penampakan Tikus Raksasa 'Vika' yang Hampir Punah

Riani Angel Agustine, Jurnalis · Sabtu 30 September 2017 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 29 56 1785958 lucunya-ini-penampakan-tikus-raksasa-vika-yang-hampir-punah-UqRGki1BMO.jpg (Foto: SWNS)

HONIARA - Tikus jahe yang sangat besar namun indah baru ditemukan di Kepulauan Solomon. Hewan ini disebut Vika atau Uromys vika yang berukuran 4 kali lebih besar dari tikus kota yang berlarian di tempat sampah.

Dilansir dari Metro, Jumat (29/9/2017), para ilmuwan dari Chicago’s Field Museum and the Solomon Island’s Zaira Resource Management Area telah menjelaskan secara rinci vika dalam sebuah makalah baru dalam Journal of Mammalogy. Ternyata tikus tersebut memiliki ekor bersisik yang panjang dan dapat tumbuh sepanjang 30 centimeter.

Namun, vika mirip dengan sepupu tikusnya, ia suka memanjat pohon yang tinggi dan seringkali dapat ditemukan sedang berdiam di puncak pepohonan di hutan hujan. Sejauh ini, vika hanya terlihat di Vangunu, di mana penduduk setempat telah berbicara bahwa mereka melihat vika selama bertahun-tahun.


Baca juga: Wow! Fotografer Ini Sulap Tikus Jadi Menggemaskan

Tyrone Lavery yang memimpin penelitian tersebut mengatakan, orang-orang yang tinggal di pulau tersebut telah menggambarkan vika sejak 2010 dan mendorong mereka untuk mencari serta menangkap vika.

Akhirnya, setelah banyak waktu dan usaha yang dilakukan, kelompok tersebut akhirnya telah menemukan 1 vika yang sedang turun dari sebuah pohon. Vika merupakan hewan pengerat pertama yang ditemukan di Kepulauan Solomon dalam 80 tahun terakhir.

“Nenek moyang Vika mungkin bergegas ke pulau tersebut untuk berkembang biak, dan begitu mereka sampai di pulau, mereka berevolusi menjadi spesies yang baru, tidak seperti mereka yang ada di daratan,” ungkap Lavery.


Baca juga: Luar Biasa! 20 'Astronot' Tikus Mendarat di Bumi Setelah Tinggal di Luar Angkasa

Meskipun begitu, vika akan langsung ditandai sebagai ‘Critically Endangere’ atau hewan yang jarang ditemui dan habitat asli yang sudah mulai terancam punah. "Sangat mendesak bagi kami untuk bisa mendokumentasikan tikus ini dan mendapatkan dukungan tambahan untuk Kawasan Konservasi Zaira di Vangunu, tempat tikus itu tinggal,” tambah Lavery.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini