Akhirnya! Misteri Arkeologi Terpecahkan Pasca Temuan Kuil Yunani Kuno

Riani Angel Agustine, Jurnalis · Minggu 01 Oktober 2017 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 29 56 1785963 akhirnya-misteri-arkeologi-terpecahkan-pasca-temuan-kuil-yunani-kuno-SuOWywuMYG.jpg (Foto: Ministry of Culture and Sports)

ATHENA - Misteri arkeologi yang telah membuat para ahli terpesona selama lebih dari 100 tahun telah terpecahkan setelah sebuah kuil Yunani Kuno akhirnya terbongkar. Reruntuhan tempat perlindungan legendaris yang didedikasikan untuk pemujaan terhadap Artemis yang diperkirakan berasal dari periode tertentu ternyata salah.

Dilansir dari Dailymail, Jumat (29/9/2017), tempat tersebut akhirnya ditemukan sekira 6 mil atau 10 kilometer dari Eretria yang diyakini telah terkubur di kota pesisir Amarynthos. Bangunan yang diperkirakan berasal dari abad ke-6 dan ke-2 setelah masehi yang dikhususkan untuk dewi berburu dan dewi bulan telah ditemukan.

Terobosan tersebut dilakukan oleh sebuah tim dari the Swiss Archaeological School in Greece (SASG) dan bekerjasama dengan pemerintahan daerah di pulau terbesar kedua, Euboea dan Kementerian Kebudayaan dan Olahraga. Penemuan tempat kudus tersebut dilakukan selama musim panas saat tim memotong dinding luarnya.

Di dalamnya, mereka menemukan air mancur bawah tanah, serta prasasti dan koin yang bertuliskan Artemis. Dalam sebuah pernyataan tertulis, juru bicara Kementerian Kebudayaan Yunani mengatakan, “Selama penggalian tahun ini, bangunan dari berbagai usia telah ditemukan. Dari beberapa alas bertuliskan dan ubin yang disegel dengan nama Artemis, mungkin saja untuk mengidentifikasi tempat perlindungan Artemis Amarysia. Prasasti itu merujuk pada dewi Artemis, kepada saudaranya Apollo dan ibu mereka Lito”.

Arkeolog telah menggali dengan sia-sia di sebuah situs di dekat Eretria sejak abad ke-19, berdasarkan tulisan-tulisan ahli geografi Strabo. Tim Yunani dan Swiss mulai menggali di lokasi tersebut pada 1964, dengan harapan dapat menemukan suatu peninggalan, seorang anggota peneliti, Denis Knoepfler menemukan bahwa baru dari bangunan pada waktu itu telah digunakan kembali di gereja Bizantium.

Ia menghitung bahwa Strabo telah salah perhitungan saat ia menyatakan bahwa situs ibadah terbuka adalah 7 stadion Yunani dari Eretrika. Sebagai gantinya, ia menyarankan untuk menggali ke jarak yang lebih jauh sekrira 6,8 mil atau 11 kilometer.

Pada 2007, tim SASG mulai menyelidiki plot di kaki bukit Paleokeliski atau Paleochora, di sebelah timur Amarynthos modern yang sesuai dengan saran sebelumnya. Hasil pertama, mereka menemukan bukti jalan tertutup monumental atau stoa yang berasal dari sekira abad ke-4 Sebelum Masehi yang berpotensi menjadi bagian dari situs candi.

Tim akhirnya mulai menggali dengan serius pada 2012, namun baru sekarang diakui 1bahwa situs tersebut memang situs yang mereka cari sebelumnya. Artemis dikenal sebagai dewi perburuan dan merupakan salah satu yang paling dihormati dari semua dewa Yunani kuno.

Artemis juga dikenal sebagai dewi satwa liar, padang gurun, persalinan dan keperawanan. Dalam sastra dan seni ia sering digambarkan membawa busur dan anak panah. Tokoh yang dihormati memiliki hubungan yang panjang dengan Amarynthos dan dipandang sebagai wali spiritualnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini