Duh! Langkah Travis Kalanick Ini Bikin Direksi Uber Geram, Kok Bisa?

Dini Listiyani, Jurnalis · Sabtu 30 September 2017 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 30 207 1786165 duh-langkah-travis-kalanick-ini-bikin-direksi-uber-geram-kok-bisa-gTWg7wneO8.jpg Mantan CEO Uber Travis Kalanick (Foto: Reuters)

CALIFORNIA - Travis Kalanick kembali meningkatkan ketegangan di Uber karena ia menunjuk dua direktur baru tanpa berkonsultasi dengan pemimpin baru perusahaan atau anggota dewan lainnya yang ada.

Kalanick mengatakan dalam sebuah pengumuman pada Jumat lalu bahwa ia telah menunjuk Ursula Burns, mantan CEO Xerox Corp. dan John Thain, mantan kepala Merrill Lynch ke jajaran dewan.

Dikutip dari Bloomberg, Sabtu (30/9/2017), mantan CEO itu membela dirinya dari tututan hukum yang diajukan oleh pemegang saham terbesar Uber, Benchmark, atas wewenangnya mengisi dua kursi dewan. Kalanick mengatakan bahwa ia mengendalikan tiga dari 11 kursi dewan perusahaan.

Benchmark menuntut Kalanick karena melakukan kecurangan dan memintanya untuk menyerahkan kendali posisi dewan. Gugutan itu ada di dalam arbitrase pribadi.

Kalanick mengundurkan diri sebagai CEO pada 20 Juni setelah Benchmark dan sekelompok investor memintanya turun. Dewan Uber penuh dengan pertikaian dan mengalami proses perdebatan untuk memilih mantan CEO Expedia Dara Khosrowshahi sebagai CEO baru.

"Saya menunjuk kursi ini sekarang berdasarkan proposal dewan baru-baru ini untuk secara dramatis merestrukturisasi dewan dan secara signifikan mengubah hak suara perusahaan," kata Kalanick dalam pernyataannya.

"Oleh karena itu, penting bahwa dewan pengurus berada di tempat agar musyawarah yang tepat dapat terjadi, terutama dengan anggota dewan berpengalaman seperti Ursula dan John," lanjutnya.

Uber sendiri menyatakan keprihatinannya atas pengumuman Kalanick. "Penunjukan Burns dan Thain ke dewan direksi Uber mengejutkan Paul dan dewan pengurusnya. Itulah mengapa kami bekerja untuk menerapkan tata kelola kelas dunia untuk memastkan bahwa kami membangun perusahaan yang bisa dibanggakan oleh setiap karyawan dan pemegang saham," kata perusahaan itu.

Menurut sumber yang dekat dengan masalah itu, dewan Uber telah dijadwalkan untuk memilih pada Selasa mengenai rencana untuk mengubah tata kelola perusahaan.

Awal pekan ini, sejumlah reformasi tata pemerintah yang disusun oleh perusahaan dan Goldman Sachs Group. beredar di kalangan dewan. Dewan itu bertemu beberapa waktu lalu demi membahasnya dan merencanakan untuk memberikan suara pada mereka.

Di samping itu, perusahaan transportasi itu juga mengusulkan untuk mengambil satu dari tiga kursi dewan Kalanick dan memberikannya ke SoftBank Group Corp. sebagai bagian dari kemungkinan investasi pada startup oleh raksasa teknologi Jepang itu.

(din)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini