OKEZONE INNOVATION : Keren! Nih Sejarah Penemuan Gelombang FM Radio yang Lahir dari Kegigihan

Dini Listiyani, Jurnalis · Selasa 03 Oktober 2017 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 02 56 1787140 okezone-innovation-keren-nih-sejarah-penemuan-gelombang-fm-radio-yang-lahir-dari-kegigihan-Gb5lN1KUUL.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Berkat penemuan gelombang radio FM, para pencinta radio di seluruh dunia bisa merasakan suara yang jernih. Adapun Edwin Howard Armstrong, orang yang menemukan frekuensi FM untuk kali pertama.

Dikutip dari Britannica, Selasa (3/10/2017), Armstrong memiliki ayah yang berprofesi sebagai penerbit dan ibunya mantan guru sekolah. Sejak kecil, Armstrong sudah tertarik dengan mesin, kereta api, dan semua alat mekanis.

Hebatnya pada usia belia, Armstrong memutuskan untuk menjadi penemu. Dia membangun labirin apartus nirkabel di loteng keluarganya dan memulai pekerjaan rahasia dan tersembunyi.

Wireless pada saat itu berada dalam tahap pemancar percikan kasar dan receiver pengikat besi, menghasilkan sinyal kode Morse samar, nyaris tak terdengar melalui earphone yang kencang.

Kemudian, Armstrong bergabung dalam perburuan instrumen yang lebih baik. Saat lulus dari sekolah menengah atas, ia pindah ke Universitas Colombia jurusan Teknik.

Pada tahun ketiga di Universitas Columbia, menurut laman KPI, Armstrong memperkenalkan temuannya yakni penguat gelombang radio pertama (radio amplifier).

Radio sendiri sejatinya sudah ditemukan lebih dulu oleh Lee De Forest, yang menggunakan Tabung Audion yang diberi nama tabung Lee De Forest. Namun, gelombang yang dipancarkan masih terlalu lemah.

Armstrong mempelajari cara kerja tabung Lee DeForest, kemudian memutuskan untuk mendesain ulang dengan mengambil gelombang elektromagnetik yang datang dari sebuah transmisi radio dan memberi sinyal balik dengan cepat melalui tabung itu.

Sesaat, kekuatan sinyal akan meningkat sebanyak 20.000 kali per detik. Fenomena ini oleh Armstrong disebut sebagai regenerasi radio, yang merupakan penemuan penting dan perlu saat radio pertama kali ada.

Dengan pengembangan ini, para teknisi radio tak perlu lagi 20 ton generator agar stasiun radio mereka mengudara. Desain sirkuit tunggal temuan Armstrong menjadi kunci kelangsungan gelombang transmitter yang menjadi inti operasional radio.

Pada 1913, Armstrong berhasil menyandang gelar sarjananya dan ihwal temuannya itu, Armstrong mematenkan ciptaannya, dan pada 1914, ia memberi lisensinya ke Marconi Corporation.

Namun, enam tahun kemudian, Westinghouse membeli hak paten Armstrong atas penerima superheterodyne, dan memulai kiprahnya menjadi stasiun radio pertama bernama KDKA di Pittsburgh.

Pada saat itu, mulailah radio menjadi sangat populer. Mulai dari hiburan hingga berita penting, tak ada yang tak memakai jasa radio. Setelah itu, bermunculan gelombang radio lainnya.

(din)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini