Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Canggih! Tato Ini Bisa Deteksi Kesehatan Penggunanya

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Senin 02 Oktober 2017 21:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 02 56 1787384 canggih-tato-ini-bisa-deteksi-kesehatan-penggunanya-1zrCppXSpb.jpg Ilustrasi (Foto:Ubergizmo)

JAKARTA - Alat pendeteksi atau pelacak kesehatan biasanya berupa jam tangan pintar, gelang pintar, dan lainnya yang memiliki fitur deteksi detak jantung, penghitung langkah kaki, kalori yang terbakar dan lainnya

Semua informasi tersebut dapat diketahui apabila pengguna memakai perangkat dalam 24 jam setiap hari selama sepekan. Namun yang menjadi kendalanya ialah cadangan baterai yang terbatas, bahkan tak bertahan lama.

Para peneliti di Harvard menemukan cara untuk mengatasi hal tersebut. Mereka mengembangkan tato pintar (smart tattoo) yang menempel pada tubuh dan memiliki fitur layaknya jam tangan dan gelang pintar.

Seperti dikutip dari Ubergizmo, Senin (2/10/2017), tato tersebut memiliki tinta yang dapat bereaksi terhadap komposisi cairan interstisial. Misalnya saja, jika seseorang merasa dehidrasi atau jika kadar glukosa mereka meningkat, tinta itu dapat berubah atau menyala.

Tato ini dapat bermanfaat bagi seorang atlet yang butuh menjaga bagian penting tubuh mereka. Selain itu, tato pintar ini pun dapat berguna bagi penderita diabetes. Mereka dapat mengetahui batasan dalam mengonsumsi gula.

Jika biasanya tato bisa terlihat secara jelas, tato pintar ini dapat diatur agar tak terlihat secara langsung. Peneliti membuatnya hanya bisa terlihat jika disinari oleh tipe cahaya khusus.

Selain atlet, Ali Yetisen, salah seorang dari peneliti, mengungkap kemungkinan penggunaan tato ini untuk para astronot. Karena mereka berada di lingkungan yang berbeda dengan Bumi, penting bagi mereka untuk tetap untuk memonitor kondisi tubuhnya.

"Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk menyalakan imajinasi bioteknologi dan memicu dukungan publik untuk usaha semacam itu," ungkap Nan Jiang, salah seorang peneliti lainnya.

"Pertanyaan tentang bagaimana dampak teknologi pada kehidupan kita harus dipertimbangkan secara hati-hati seperti yang dirancang oleh sensor molekuler pasien yang mungkin tertanam di kulit mereka," tandasnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini